
Data sebaran pasien Covid-19 Kalimantan Tengah. Foto: Satuan tugas Covid-19 Kalimantan Tengah.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Membludaknya angka positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, kini Kotawarngin Barat memimpin puncak klasemen daftar pasien COVID-19, Jumat (18/12/2020).
Dengan meningkatnya pasien positf COVID 19, Pemimpin klasemen sebelumnya Palangka Raya kini melorot ke nomor dua, meningkatnya COVID 19 di Kobar diakibatkan lalainya protokol kesehatan.
Berikut peringkat 1,2, dan 3 per hari Kamis (17/12),
- Kotawaringin Barat (Kobar), Jumlah komulatif pasien positf Covid 19, sebanyak 1762, dalam perawatan 857, Sembuh 874 dan meninggal dunia 31 orang.
- Palangka Raya, kumulatif 1753, dalam perawatan sebanyak 302, sembuh 1369, meninggal dunia 82 orang
3. Kotawarngin Timur (Kotim), Kumulatif 972 orang, dalam perawatan 371, sembuh 567, dan meninggal dunia sebanyak 34 orang.
Penuhnya pasien Covid 19 membuat ruang isolasi di dua rumah sakit, dan satu klinik di Pangkalan Bun penuh (overloud). Sekitar 700 warga Kobar terpaksa melakukan isolasi mandiri dengan dipantau ketat pihak medis puskesmas setempat.
“Untuk ruang isolasi di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sudah penuh. Hanya mampu menampung 122 orang saja. Di situ sudah termasuk bupati, dua putranya, dan satu ajudan. Kemudian ada dua anggota DPRD Kobar,” ujar Direktur RS Sultan Imauddin Pangkalan Bun, dr Fachruddin saat ditemui awak media di ruang kerjanya.
Di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun ruang isolasi hanya mampu menampung 122 orang, di RS PKU Muhammadyah sekitar 25 dan Klinik Kesuma sekitar 20 ruang isolasi. Padahal saat ini ada sekitar 848 warga Kobar yang positif Covid-19.
Sekitar 50 orang lainnya di isolasi di RS PKU Muhammadyah dan Klinik Kesuma Pangkalan Bun, kira kira ada sekitar 650-700 an orang terpaksa isolasi mandiri. Namun mayoritas yang isolasi mandiri ini OTG dan masih bisa dipantau jarak jauh oleh tim medis,” sambungnya.
Dari jumlah 700 orang tersebut dipantau secara berkala oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kobar. Sedangkan yang dirawat di ruang isolasi juga terus dipantau perkembangannya.
“Yang menjalani isolasi di rumah sakit mayoritas yang mengalami keluhan dan harus dirawat. Jika nanti dalam masa perawatan ada yang pulih namun masih tetap positif Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemudian yang 700 an isolasi mandiri jika ada yang perlu perawatan di ruang isolasi, nanti bergantian saja,” tuturnya. (yusbob)









