
Kotawaringin News, Nanga Bulik – Pola asuh masa kini atau tren parenting zaman now diakui sangat berbeda. Generasi yang sangat erat dengan teknologi dan gadget menjadi salah satu tantangan besar bagi orang tua saat ini.
Dampak distrupsi digital ini menjadi kekhawatiran bagi para orang tua, tidak terkecuali bagi orang tua murid SDS Nirmala Cendekia. Berbeda dengan persepsi masyarakat dalam perkebunan kelapa sawit yang jauh dari teknologi, nyatanya dampak dari disrupsi digital juga memengaruhi pola asuh dan perkembangan anak.
Menghadapi tantangan ini, SDS Nirmala Cendekia bersama dengan TK Tunas Nirmala binaan PT Nirmala Agro Lestari mengadakan Parenting Day untuk orang tua dan anak untuk membangun pemahaman seimbang dan positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Pola asuh zaman sekarang memang sudah berbeda dari yang dulu, karena ada teknologi gadget, kami sebagai orang tua harus lebih extra dalam mengawasi informasi yang dikonsumsi anak melalui ranah digital,” tutur salah satu orang tua siswa, Jumat 20 Oktober 2024.
Tidak hanya itu, maraknya isu kekerasan fisik dan seksual terhadap anak menjadi topik utama pada Parenting Day yang dilaksanakan pada awal September ini.
“Kami mendorong harmonisasi hubungan orang tua dan anak, agar anak lebih terbuka kepada orang tua. Melihat fenomena yang berkembang di masyarakat, kami juga memberikan edukasi kepada orang tua dan anak tentang pendidikan seksual,” ungkap Kepala Sekolah SDS Nirmala Cendekia, M. Nurcholik.
Menurutnya, pendidikan seksual perlu dilakukan sedini mungkin untuk memastikan agar anak mendapatkan informasi akurat dan relevan sesuai dengan usia mereka. Ia menyadari keraguan dan kekhawatiran orang tua yang tidak nyaman dalam mendiskusikan hal tersebut.
“Akan lebih berbahaya jika anak mendapatkan informasi yang tidak tepat baik dari teman sebaya atau internet. Tanpa pengawasan dan pendampingan yang benar anak bisa saja memeroleh konten-konten seksual yang salah,” ujar M. Nurcholik.
Ia juga menyebut, tidak adanya parenting tentang pendidikan seks dapat berdampak pada kurangnya pemahamanan anak kepada hak tubuhnya dan mendorong ketidakmampuan dalam mengambil keputusan terhadap tubuh mereka. Melalui komunikasi yang dibangun, Nurcholik percaya kepercayaan anak akan meningkat sehingga lebih terbuka kepada orang tuanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Lamandau, Abdul Kohar, mengapresiasi terobosan yang dilakukan pihak sekolah dalam upaya parenting day tersebut. Kohar meyakini jika hal serupa terus dilakukan baik di sekolah negeri maupun swasta maka akan mendukung terciptanya lingkungan sosial yang aman.(BH)










