
Foto udara Proyek Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawah di Kabupaten Lamandau. (Ist)
Kotawaringin News, Lamandau – Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, kebagian jatah Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek pusat tersebut yakni cetak sawah yang bertujuan mendukung program quick win ekstensifikasi pertanian. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Saat ini, proyek tersebut tengah dilaksanakan oleh pihak ketiga PT Mahameru Citra Perkasa.
Menurut Pimpinan PT Mahameru Citra Perkasa, Usep Supriadi, secara keseluruhan proyek cetak sawah tersebut seluas 311 hektare. Rinciannya, 208 hektare di Desa Kujan dan 103 hektare di Kelurahan Nanga Bulik.
Dia melanjutkan, proyek cetak sawah tersebut tengah dalam pengerjaan. Selain membuka lahan, proyek itu juga membuat saluran irigasi pesawahan. “Sudah sekitar 90 hektare yang sudah kita buka lahannya.”
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau, Tiryan Kuderon menyampaikan, Kabupaten Lamandau bersama 10 kabupaten/kota di Kalteng pada tahun 2025 mendapatkan program Strategis Nasional Cetak Sawah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi nasional dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional.
Program cetak sawah ini sangat baik dalam menciptakan dan membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat sekitar. Setelah panen, kebutuhan tenaga kerja untuk pengolahan pasca panen juga akan meningkat. “Dengan peningkatan produksi padi, diharapkan hasil produksi petani dapat terserap pasar dan Perum BULOG sehingga harga jual hasil panen petani lebih terjamin pada akhirnya petani bersemangat untuk bertani.”
Dia melanjutkan, Pemkab Lamandau sangat menyambut baik proyek ini dan berkomitmen untuk mendukung kelancarannya dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalteng. Langkah-langkah pengawasan dan monitoring serta evaluasi telah dilakukan secara berkala untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Lamandau.
Dia berharap, proyek strategis nasional ini dapat selesai tepat waktu supaya segera dimanfaatkan petani untuk bertanam padi pada musim tanam September-Oktober. Pasalnya, keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Tengah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan adanya PSN (proyek strategis nasional) ini dapat berkontribusi dalam peningkatan produksi padi Nasional.” (BH/K2)










