
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, Nana Suryana (kiri depan) Saat mengikuti zoom meeting.
Kotawaringin News, Nasional – Masyarakat Tatar Sunda sepertinya sakit hati pasca anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan membuat pernyataan yang kontroversi dan menyinggung warga Tanah Pasundan.
Tak ayal, gelombang reaksi bernada kecaman hingga pemasangan baliho sebagai simbol pernyataan sikap orang Sunda, muncul nyaris di seluruh wilayah Jawa Barat.
Sebelumnya, pernyataan anggota Komisi III DPR RI tersebut, meminta kepala kejaksaan tinggi diganti karena bicara bahasa Sunda dalam rapat kini berbuntut panjang. Ucapan itu terlontar saat Arteria Dahlan mengadakan rapat kerja dengan Kejaksaan Agung RI pada Senin, 17 Januari 2022.
Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, Nana Suryana, saat di wawancara awak media terkait pernyataan Arteria Dahlan seusai mengikuti zoom meeting di Kantor DPC PDI Perjuangan, Sabtu 22/1/22, beliau mengatakan pendapatnya, “Pernyataan beliau (Arteria Dahlan) itu terkait kepada personalnya. Seharusnya beliau paham, platform PDI Perjuangan itu jelas, menjunjung tinggi kebhinekaan,”
Nana Suryana yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Banjar dari PDI Perjuangan tampak kecewa dengan pernyataan yang diucapkan oleh Arteria Dahlan.
“Tentunya partai memberikan teguran keras karena sudah sangat jelas keluar dari ruhnya PDI Perjuangan yang mana lebih menghargai kebhinekaan, kemajemukan, selalu memegang teguh bahwa negara ini didirikan diatas perbedaan,” ujar Nana.
Ditanya terkait sikap DPC Kota Banjar akan keputusan tegas yang akan diambil oleh DPP pusat, Nana menambahkan, “Kami DPC PDI Perjuangan Kota Banjar tegak lurus dan menghormati keputusan DPP. Nanti DPP memutuskan seperti apa, itulah keputusan yang harus kami ikuti.” pungkasnya. (Ir)










