oleh

Berawal Membersihkan Lahan, Berakhir di Polres Kobar, ini Penyebabnya!

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kapolres Kabupaten Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah, memimpin Pers Release Tindak Pidana Pembakaran Hutan dan lahan, yang di gelar oleh Polsek Arut Selatan (Arsel), Kamis 4 Maret 2021, di Halaman Makopolres Kobar.

Pada hari kamis tanggal 11 februari 2021, sekitar pukul 16.00 wib, Satreskrim Polsek Arsel mengamankan tersangka yang menimbulkan terjadinya kebakaran di Km. 7, tersangka tersebut berinisial J, di mana si tersangka tersebut, Berhasil di amankan di lahan kelompok tani berasau IV yang berada di jalan lintas Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama km. 7, gang Bahaum kelurahan mendawai seberang, kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar.

Menurut keterangannya bahwa saat itu bhabinkamtibmas mendapatkan laporan telah terjadi kebakaran lahan, saat melakukan pengecekan mereka tidak dapat menjangkau ke lokasi tempat terbakar karena tidak menemukan akses jalan.

“Keesokan hari mereka mengecek kembali ke TKP, dan di temukan korek api bekas terbakar, minyak tanah dalam botol yang di tutup nya terdapat lubang,” ucap AKBP Devy Firmansyah.

Dalam hal ini Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah menjelaskan, penyebab terjadinya kebakaran lahan yang dilakukan oleh tersangka J. pada tanggal 11 Februari 2021 tersangka sedang membersihkan lahan nya, lalu mendirikan tenda, yaitu dengan menebangi pohon pohon kecil, rumput serta ilalang Kemudian si tersangka mengumpulkan rumput rumput tersebut lalu membakarnya, setelah menjelang magrib Si J memadamkan Api tersebut.

“Karena tanah kita ini tanah gambut, maka yang tadinya api sudah di padamkan ternyata belum mati total dan masih membara, tanggal 13 Februari si pelaku ini, mendapatkan kabar di lahan milik nya tersebut telah terjadi kebakaran,” jelas AKBP Devy Firmansyah.

Dalam kejadian kebakaran Lahan ini Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, 1 buah korek api bekas terbakar, 1 buah botol bekas air minum mineral ukuran 600ml berisi minyak tanah yang tutup nya di lubangi, 1 buah botol bekas mineral ukuran 1,5 liter berisi minyak tanah, 1 potongan kayu bekas terbakar, 2 buah kaleng bekas susu indomilk terdapat sumbu.

Dengan kejadian ini di pelaku di kenakan pasal 78 ayat 3 Jo. Pasal 50 ayat 3 huruf “d”, atau pasal 78 ayat 4 Jo. Pasal 50 ayat 3 huruf “d”, undang undang no.41 tahun 1999 tentang kehutanan, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun penjara denda sebanyak 5 miliar. (Risa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed