
Kotawaringin News, Kuala Pembuang – Infrastruktur desa menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kemendirian serta perekonomian warga desa. Mengenai hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk mengembangkan infrastruktur di wilayah desanya masing-masing.
Wakil Ketua I DPRD Seruyan H Bambang Yantoko mengungkapkan, bahwa Infrastruktur merupakan hal yang penting untuk menunjang perekonomian warga desa, dimana bicara infrastruktur tentunya cakupannya sangat luas tidak hanya sekedar membangun jalan dan gapura saja.
“Bicara infrastruktur tentu sangat beragam, misalnya pembangunan irigasi sawah, pengadaan drainase, pengembangan jaringan internet dan telekomunikasi dan lain sebagainya, untuk itu saya dorong Pemdes untuk ikut andil dalam membangun dan mengembangkan itu,” ujarnya, Senin, (13/6/22)
Menurutnya, alasan utama mengapa dirinya mendorong agar Pemdes memperhatikan infrastruktur desa ialah karena sampai saat ini tidak bisa dipungkiri masih banyak desa di Bumi Gawi Hatantiring ini belum memiliki fasilitas maupun sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Sehingga dengan keterbatasan tersebut menjadi penyebab desa sulit berkembang.
“ Apalagi kan di Seruyan ini sebagian warga bekerja sebagai petani maupun nelayan, tentunya mereka mengharapkan ada akses jalan yang baik misalnya infrastruktur jalan menuju usaha tani, sehingga memudahkan mereka mengangkut hasil panennya antar desa maupun kota,” jelasnya.
Disamping itu, pembangunan infrastruktur lainnya seperti irigasi dan pengadaan teknologi penunjang pertanian. Jika tidak ada pembangunan irigasi di sawah, maka petani hanya dapat mengandalkan hujan untuk mengairi lahan pertaniannya. Begitu juga dengan sektor perikanan, seperti budidaya pertambakan jika tidak dilengkapi infrastruktur memadai, masyarakat juga kesulitan untuk menjual hasil panennya,”
Maka dari itu, dirinya meminta pemerintahan desa untuk lebih inovatif dan kreatif untuk mengembangkan infrastruktur. “Dengan dana desa yang miliaran rupiah sudah seyogyanya dapat disisihkan untuk penganggaran pengembangan infrastruktur yang dimaksud, yang diharapkan mampu menyejahterakan rakyat terlebih kemajuan pembangunan desa itu sendiri,” pungkasnya. (NP)







