
Limbah sabut kelapa yang disulap jadi pot bunga aneka ukuran oleh Ismail, Warga Pangkalan Lada.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Berawal dari coba-coba, seorang Ketua Karang teruna Pangkalan Durin, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, berinovasi membuat pot bunga Anggrek yang terbuat dari limbah sabut kelapa
Adalah Ismail yang juga seorang inovator desa di Desa Pangkalan Durin, Kecamatan Pangkalan Lada, dengan sentuhan tanggan dinginnya yang kreatif, limbah sabut kelapa yang sudah tidak terpakai disulap menjadi pot bunga Anggrek yang cantik dan tentunya bernilai rupiah.
Awalnya Ismail mengumpulkan sisa-sisa sabut kelapa yang sudah tidak terpakai di lingkungannya, kemudian dia manfaatkan dan mencoba membuat pot bunga.
“Membuatnya cukup sederhana, sabut kelapa yang dikumpulkan di cacah menjadi halus, kemudian disusun rapi didalam kawat ram yang sudah dibentuk bulat hingga padat dan rapi, selanjutnya di ikat mengunakan tali nilon agar mudah untuk di gantung.
harga pot bervariasi mulai dari 20 ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah tergantung dari besar kecilnya pot “ kata Camat Pangkalan Lada Robby Setiawan melalui Sekretaris Camat Pangkalan Lada Bambang Sigit Purnomo, yang saat itu melihat langsung kreasi Ismail.
Menurut Sekcam, tak jarang Ismail ini menerima pesanan dari konsumen dengan bentuk dan ukuran pot yang berbeda-beda, ujar Bambang menambahkan.
Meskipun terbuat dari sabut kelapa, namun tidak kalah cantik dengan pot yang dijual dipasaran, bahkan nanti pun pihak kecamatan akan membantu sistem pemasarannya.
Nanti hasilnya kata Bambang bisa di jual kepada koleganya tentunya akan mendapatkan keuntungan, selain itu kegiatan yang dirintisnya juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat, terutama para ibu rumah tangga.
Sejauh ini perhatian dari Dinas terkait memang belum maksimal. Meski demikian peran Pemerintah Desa yakni Kecamatan Pangkalan Lada akan terus berupaya agar potensi warga bisa terus berkembang dan maju.
“Bagi saya Pemerintah Desa yang sering diminta berpartisipasi untuk mengisi berbagai pameran kerajinan, hal tersebut merupakan suatu apresiasi yang harus kita dihargai, untuk memajukan usaha kerajinan ini,” pungkas Bambang Sigit Purnomo. (yus)







