
Rahmat Bakuba (baju merah) banting setir menjual peyek karena pandemi Corona (Covid-19), Jumat (15/1/2021).
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Dewasa ini media sosial dihebohkan seorang penjual peyek yang biasanya aktif didunia sanggar seni yang juga pengelola Sanggar Bakuba, Rahmat Bakuba mendadak jadi juragan peyek.
Pria yang juga ketua Sanggar Bakuba ini banting setir menjual peyek karena pandemi Corona (Covid-19), jumat (15/1/2021).
“Awalnya coba-coba aja karena kondisi keadaan sekarang kan lagi pendemi, karena kan saya kerjanya di sanggar seni. Jadi semua kegiatan kan juga drop saya mikir, putar otak gimana buat dapat duit ya udah coba-coba untuk kuliner jual peyek,” kata Rahmat sambil bercerita.
dia menambahkan mulai merintis usaha ini bersama istri dan ibunya. Usaha yang dimulai saat sepi kegiatan karena pandemi ini pun awalnya berjalan sewajarnya.
Namun, ketika seorang temannya merekam aksinya saat berjualan peyek di media sosial, Rahmat pun mendapat atensi hingga kebanjiran orderan.
“Pas pertama-pertama sehari lakunya cuma satu kilo, dua kilo, sekarang hampir tiga puluh kilo per hari,” bangga pria itu.
Rahmat juga menambahkan bahwa orang yang berminat dengan peyek buatannya tak hanya dari Kobar saja, peminat dari luar daerah pun sudah mulai tertarik.
“Sekarang lebih meningkat karena pengiriman sudah ke luar daerah juga ke Lamandau dan juga ke Sukamara,” sambungnya.
Setelah dirinya menjadi viral dan kebanjiran order, Rahmat mengaku tak ingin meninggalkan pekerjaan lamanya. Oleh karena itu, Rahmat membagi waktu dengan Sanggar Bukabanya dan merintis usaha peyeknya
Rahmat yang tinggal di Jalan Sultan Imanuddin gang Cimpedak Rt 4 depan SDLB Kelurahan Madurejo, Kabupaten Kotawaringin ini bersikap ramah kepada siapa pun.
Saat ini dirinya berusaha terus agar usaha peyeknya terus berkembang, bahkan orang terdekatnya menyebut juragan peyek. (yusbob)







