
Tim Investigator KNKT Tiba di Pangkalan Bun, Periksa Serpihan Diduga Pesawat
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Dua orang tim investigator KNKT Pusat tiba di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng, sekitar pukul 10.30 WIB. Dua orang tersebut adalah Apib K Wahyu Wiwing Prayogi investigator penerbangan KNKT dan Masruri tenaga ahli KNKT, Rabu (6/1/2021).
Mereka berdua datang menggunakan pesawat komersil Wings Air setelah sempat transit di Semarang dari Jakarta dan langsung masuk menuju ke kantor perhubungan udara UPBU Bandar Iskandar Pangkalan Bun.
Begitu tiba awak media langsung memberikan pertanyaan:
“Mau koordinasi terkait temuan benda yang diduga bangkai pesawat. Kalian sudah tahu lah kita datang ke sini mau apa karena kalian lah berita ini kemana-kemana,” jawab singkat Apib kepada awak media saat tiba di Bandara Iskandar.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah temuan tentang serpihan benda yang diduga bangkai pesawat di perairan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat
“Benda yang ditemukan ini berbentuk setengah tabung dengan panjang diperkirakan delapan meter dan berdiameter sekitar lima meter. Bahan dari serpihan ditemukan adalah fiber, hanecom alumunium atau sejenis plat alumunium,” kata Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan di Palangka Raya, berdasarkan rilis resminya, Rabu, 6 Januari 2021.
Hendra menuturkan, barang temuan pendukung lainnya berupa elektrik plak dengan kode YF 19-46TJa WFC, kode YF 19-46TJa WFC2, plak tanpa kode ada dua jenis, diduga elektrik selenoid kode BLS-300C 34-1 19C serta serpihan Hanicom dari alumunium, serpihan fiber itu bagian dari pesawat terbang.
Sebab, kata Hendra, ada logo atau lambang pada sisi luar benda berbentuk bintang dan berwarna kuning serta di sisi sebelahnya berlogo bintang seperti bekas terbakar dengan tulisan CNSA dikelilingi gambar padi.
CNSA bisa merupakan singkatan dari China National Space Administration, yaitu badan antariksa nasional Cina yang bertanggung jawab untuk program luar angkasa nasional dan bertanggung jawab untuk perencanaan dan pengembangan kegiatan luar angkasa. Logo CNSA mirip bintang dengan tulisan CNSA yang dikelilingi gambar padi.
Temuan benda tersebut bermula dari salah seorang warga bernama Arfandi yang sedang memancing bersama sanak keluarganya, pada hari Jumat, 1 Januari lalu dan melihat benda yang diduga serpihan bangkai pesawat hingga keesokan harinya, mereka kembali ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan dan ternyata benar.
Kemudian, temuan lainnya di lokasi terpisah dengan jarak kurang lebih sekitar 500 meter dari benda yang diduga bagian dari pesawat berupa pelampung dan wearpack dengan merk YUAN WANG HAI PANAMA. Jadi atas hal itu tim yang mendatangi lokasi tersebut, juga sudah berkoordinasi dengan PT Kumai Sentosa untuk pembuatan posko apabila benar diperlukan.
“Halaman kantor PT Kumai Sentosa dapat dijadikan landing hellypad pada koordinat 3°26,3′ S – 111°49′ T dengan konstruksi tanah pasir basah dan padat. Jadi hal itu sudah ditindaklanjuti oleh tim,” bebernya.
Perwira Polri berpangkat melati tiga itu menyatakan, di lokasi kondisi pantai dasar lumpur dengan kedalaman 60 – 140 sentimeter pada saat surut terendah. Rute terdekat efektif melalui teluk keramat PT Kumai Sentosa blok 70, selanjutnya lewat saluran irigasi menggunakan klotok milik perusahaan ke blok 77.
“Sedangkan, untuk gelombang radio milik perusahaan 149.600,” ungkapnya.
Tim gabungan baik dari Basarnas, Polairud Polda Kalteng, Pos AL Kumai, Satpolairud Polres Kobar, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan wilayah Kalteng dan masyarakat bahu membahu mengamankan dugaan serpihan bangkai pesawat itu di lokasi kejadian.
Kepada Yth
Kapolda Kalimantan Tengah
Dari
Kapolres Kotawaringin Barat
Ijin melaporkan Jenderal
Perihal: Perkembangan Pengecekan Temuan Serpihan Menyerupai Badan Pesawat di Teluk Ranggau, Desa Sei. Cabang Kec. Kumai, Kab. Kobar
A. Pada hari ini Selasa tgl 05 Januari 2021, skj. 19.15 wib, telah tiba team gabungan yang berangkat dengan menggunakan speed boat Pos AL, dengan membawa barang serpihan benda yg diduga serpihan pesawat.
B. Adapun barang yg dibawa berupa:
- Satu buah Baju isolasi warna merah
- Satu buah life jacket dgn tulisan YUAN WANGHAI PANAMA
- Bagian potongan atas dari rangka
- Potongan kabel
- Honey comb yg mana diduga merupakan identitas bagian sebuah pesawat.
C. Berdasarkan hasil temuan dilapangan, bahwa dibagian badan serpihan benda tersebut terdapat logo dan tulisan CNSA (china national space administration) yaitu badan antariksa nasional republik rakyat tiongkok yang bertanggung jawab untuk program ruang anggkasa
D. Dari hasil penelusuran pemberitaan on line tanggal 10 April 2020 diberitakan bahwa Meledak Di Langit, Roket Cina Gagal Orbitkan Satelit Palapa -N1 dg link sbb:
https://tekno.tempo.co/read/1330028/meledak-di-langit-roket-cina-gagal-orbitkan-satelit-palapa-n1
E. Diperkirakan bahwa serpihan benda yang menyerupai badan pesawat tersebut merupakan bagian dari badan roket milik Cina yang meledak diangkasa dan jatuh diperairan Laut Jawa dan terbawa ombak terdampar di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kec. Kumai, Kab Kobar.
F. Adapun temuan ke-2 yaitu benda yang ditemukan terpisah kurang lebih 500 meter dari serpihan diduga badan pesawat adalah;
- Setelan pelindung termal (insulated Immersion and Thermal Protective Suits)
- Life jacket milik Kapal MV. YUAN WANG HAI – PANAMA.
G. Dari hasil tracking oleh KSOP bahwa Kapal MV. YUAN WANG HAI – PANAMA. Tersebut berlayar dari Australi menuju Vietnam melewati laut Jawa dan akan tiba di Vietnam pada tanggal 16 Januari 2021
H. Diperkirakan life jacket milik kapal MV. YUAN WANG HAI – PANAMA tersebut jatuh dilaut atau dibuang oleh penumpang sehingga terbawa arus ombak dan terdampar di pesisir pantai Teluk Ranggau Ds Sei Cabang Kec. Kumai Kab. Kobar.
I. Untuk kepastian tentang serpihan benda yang menyerupai badan pesawat tersebut masih menunggu kedatangan tim KNKT besok pada hari Rabu 06 Januari 2021 di Pangkalan Bun dan direncanakan tim akan melakukan pemeriksaan sampel serpihan dan dilanjutkan dg Zoom Meeting dengan LAPAN.
J. Saat ini serpihan material dan beberapa temuan di TKP diamankan di Pos AL Kumai menunggu kedatangan team KNKT.
Demikian yang dapat dilaporkan kepada Jenderal. Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan segera. Selanjutnya mohon petunjuk dan arahan. Terimakasih
(Dokumentasi Terlampir)
Wassalamualaikum Wr Wb
Kapolres Kotawaringin Barat
AKBP DEVY FIRMANSYAH, SIK
Tembusan
- Wakapolda Kalteng
- Irwasda Polda Kalteng
- Karoops Polda Kalteng
- Dirintelkam Polda
- Dirpolair Polda Kalteng
- Kabidhumas Polda Kalteng.(yusbob)









