
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kembali status siaga darurat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diperpanjang selama tiga bulan kedepan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (22/6/2021).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar Suyanto, usai rapat koordinasi perpanjangan status siaga penangulangan karhutla yang digelar di Aula Pemkab Kobar mengatakan, perpanjangan tersebut sebagai bentuk antisipasi terjadinya perubahan musim beberapa waktu kedepan yang bisa berpotensi terjadinya bencana.
Menurut Sekda Suyanto bahwa antisipasi ini dilakukan untuk mencegah semakin bertambahnya permasalahahan terutama dalam segi kesehatan masyarakat luas.
“Berdasarkan prakiraan dari BMKG, musim kemarau bakal terjadi sekitar bulan Juli 2021. Puncak kemarau bak terjadi sekitar bulan Agustus hingga September,” jelas Suyanto.
“Karena saat ini pandemi covid-19 masih belum berlalu. Bila bencana karhutla tidak tertangani dan menyebabkan bencana kabut asap, bisa dipastikan bakal berdampak luas pada kesehatan masyarakat khsuusnya penyakit saluran pernapasan,” jelas Sekda.
Suyanto menjelaskan, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi perhatian utama, karena dianggap menjadi wilayah yang tergolong rawan potensi karhutla.
“Tiga wilayah tersebut yaitu Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dan Kecamatan Kumai. Titik-titik rawan karhutla diwilayah yang dianggap rawan tersebut juga sudah dipetakan, agar menjadi fokus utama patroli pencegahan bencana karhutla,” jelas Sekda Kobar Suyanto. (Yusbob)







