oleh

Sepasang Tanduk Rusa Gagal Diselundupkan

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Terdeteksi X-Ray Bandar Udara Pangkalan Bun sepasang tanduk rusa gagal diselundupkan, pada Kamis (13/1) kemarin. Dicurigai tanduk rusa maka petugas bandara langsung berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun Balai KSDA Kalteng.

Setelah petugas BKSDA datang kemudian mereka memanggil petugas jasa pengiriman paket yang berkantor di Pangkalan Bun, dan akhirnya bertemu dan sepakat untuk dibuka paket tersebut, setelah bungkusan tersebut dibuka ternyata ada sepasang tanduk rusa.

Polisi Kehutanan (Polhut) SKW II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng, Muda Yulivan, saat di konfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya meluncur ke Bandara sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah dibuka dan diketahui isinya, barang bukti tersebut dibawa dan diamankan ke kantor SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng.

“Barang bukti itu sekarang kita amankan di kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata dia, Jumat (14/1/2022).

Berdasarkan alamat yang tertera petugas langsung menelusuri dan berupaya memanggil melalui nomor ponsel tetapi tidak aktif. “saat ini terus kita telusuri”.

Tujuannya ke Tajau Pecah, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, tetapi akan ke Surabaya dulu transit, menggunakan maskapai pengangkut paket Wings Air, terangnya.

Sementara itu Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng, Dendi Setiadi membenarkan upaya dugaan penyelundupan itu.

Dendi mengimbau bahwa tanduk rusa atau rusa adalah termasuk hewan dilindungi sesuai pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Status Rusa di Indonesia hingga saat ini masih merupakan satwa liar yang dilindungi oleh Undang – undang sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar, tandasnya. (Yusbob)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed