
Ketua DPRD Kobar, Mulyadin. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Mulyadin, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu terobosan strategis dalam menekan angka putus sekolah dan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan yang masih membelenggu sebagian masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar penyedia layanan pendidikan alternatif, tetapi juga sebagai gerbang pembuka menuju masa depan generasi yang lebih cerah.
Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk menciptakan generasi tangguh yang siap menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk terus mengenyam pendidikan, program ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Tak hanya sebatas memberikan pendidikan akademik, Sekolah Rakyat juga dirancang agar lulusannya memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja. Hal ini, menurut Mulyadin, akan berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup keluarga peserta didik, karena mereka memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau berwirausaha.
“Dengan pendekatan yang komprehensif, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini,” ujarnya. Menurutnya, hal tersebut akan membuat lulusan Sekolah Rakyat memiliki daya saing lebih tinggi dan tidak mudah tersisih di tengah ketatnya persaingan dunia kerja.
Selain itu, Mulyadin juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter dalam proses pendidikan. Ia mengatakan bahwa Sekolah Rakyat turut menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan ketangguhan mental kepada para siswa. “Ini bukan hanya soal belajar, tetapi bagaimana menciptakan pribadi-pribadi yang kuat dan cinta tanah air,” tambahnya.
Mulyadin berharap agar realisasi penuh dari program Sekolah Rakyat bisa segera terwujud. Ia juga mengungkapkan bahwa Kobar termasuk salah satu daerah yang diajak berdiskusi dalam proses pembahasan usulan pembangunan terkait program ini. “Peluang ini jangan disia-siakan. Semoga langkah ini menjadi awal perubahan besar bagi generasi muda Kobar,” pungkasnya. (Yus/K2)










