
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Beredar Sebuah Video Penyerangan Puluhan Pelajar ke Salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada siang hari ini, Kamis 1 September 2022, sekitar pukul 11.30 wib.
Dalam video tersebut puluhan siswa datang bergerombolan dengan mengendari sepeda motor, sambil memainkan gas motor dan melakukan penyerangan dengan melempar sesuatu ke arah Gedung sekolah tersebut.
Atas kejadian ini Polsek Arut Selatan langsung turun kelapangan untuk menangani kejadian itu, dan melakukan pengamanan serta himbauan kepada siswa dan siswi di sekolah tersebut.
Dalam hal ini Kapolsek Arsel Kompol Saiful Anwar menjelaskan, Kronologis terjadinya penyerangan ini di duga berawal dari Futsal, yang mana siswa ini saling sindir menyindir di sosial media dan cekcok di WhatsApp sehingga terjadinya penyerangan.
“Jadi keributan ini berawal dari kegiatan olahraga futsal, mungkin mereka merasa tidak menang lah istilahnya, lalu di ejek ejek melalui sosial media, sehingga dari itu emosional mereka sama sama tinggi dan terjadi lah keributan ini di luar kegiatan olahraga tersebut,” jelas Kapolsek.
Kompol Saiful Anwar menambahkan, pada kejadian ini salah satu pelajar tersebut ada yang membawa senjata tajam, dan pihak Polsek Arsel akan melakukan pembinaan terhadap pelajar tersebut.
“Yaa jadi dalam kejadian ini juga salah satu pelajar ini ada yang membawa senjata tajam, dan nantinya karena ini kan masih di bawah umur jadi kami melakukan pembinaan terhadap anak tersebut,” ucapnya.
Sementara itu salah satu guru dari sekolah tersebut juga menjelaskan, pihaknya kaget dengan hadir nya penyerangan secara tiba tiba itu.
“Kami pastinya kaget dengan adanya penyerangan ini, karena kan posisinya itu saya sedang mengajar tiba tiba ada bunyi lemparan sesuatu ke atas atap, siswa dan siswi lain juga kaget, kemudian saya menghimbau kepada para siswa untuk tidak keluar kelas karena takut ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi,” ungkapnya.
Pihak sekolah juga menjelaskan, para pelajar yang melakukan serangan ini sempat menaiki gerbang sekolah, namun di ketahui oleh salah satu guru dan di minta untuk turun, menurut pihak sekolah kurang lebih ada 25 pelajar yang melakukan penyerangan ini.
Dan dalam kejadian ini Kapolsek Arsel juga memberikan himbauan kepada siswa siswi di sekolah tersebut, untuk tidak terprovokasi, tidak melibatkan diri dan untuk tidak dilibatkan dalam kejadian ini, dan pihaknya meminta kepada pihak sekolah para siswa siswi di pulang kan lebih awal, untuk situasi kondusif. (Risa)







