
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Melaksanakan acara Peletakan Batu Pertama Gapura Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Jumat 20 Mei 2022, di Jalan Bendahara No. 88 Kumai (Samping Kantor BNI Kumai).
Kegiatan Ini dihadiri langsung oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah, yang di dampingi oleh General Manager (GM) Pelindo lll Cabang Kumai Rio Dwi Santoso, di hadiri juga oleh Camat Kumai Yudhi Hudaya serta tamu undangan lainnya.
Dalam hal ini Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengucapkan terimakasih atas dukungan PT Pelindo, yang telah mewujudkan keinginan untuk merenovasi Gapura Pelabuhan Panglima Utar Kumai ini dengan memfasilitasi pembangunan.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Pelindo III Cabang Kumai yang telah mewujudkan keinginan kita bersama yaitu merenovasi Gapura Pelabuhan Panglima Utar ini, dengan memfasilitasi pembangunan, sebenarnya keinginan ini sudah 2 tahun yang lalu, karena Pandemi Covid-19 jadi tertunda, dan Alhamdulillah tahun ini bisa terlaksana,” ucap Bupati.
Dalam kegiatan ini peletakan batu pertama Pembangunan Gapura Pelabuhan Panglima Utar Kumai ini, di tandai secara simbolis oleh Bupati Kobar yang di dampingi oleh General Manager (GM) Pelindo lll Cabang Kumai serta tamu undangan lainnya, dan tidak hanya itu PT Pelindo III Cabang Kumai juga menyerahkan Bingkisan kepada masyarakat sekitar.
Hj Nurhidayah menambahkan, untuk desain Gapura Pelabuhan Panglima Utar ini tidak terlepas dari simbol kearifan lokal ciri khas dari budaya kita, dan hal ini sudah di sepakati oleh semua pihak, dan nantinya gapura ini bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan kecamatan Kumai.
Sementara itu GM PT Pelindo III Cabang Kumai Rio Dwi Santoso mengatakan, bahwa untuk pembangunan gapura ini akan memakan waktu kurang lebih 6 bulan, dirinya berharap pembangunan ini bisa terlaksana dengan aman dan lancar.
“Jadi pembangunan gapura ini memakan waktu kurang lebih 6 bulan, saya berharap selama perjalanan pembangunan gapura ini berjalan lancar hingga tahap penyelesaian nantinya,” ungkap Rio Dwi Santoso. (Risa)







