
Penampakan kemunculan buaya/pixabay.com
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat Populasi buaya muara di Sungai Kumai, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kebahasaannya bisa menjadi ancaman serius bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di sana.
Mengingat populasi buaya di sungai tersebut terbilang sudah semakin banyak.
Menurut informasi warga Kumai, pada Rabu (24/2/2021) menuturkan populasi buaya di sungai yang melintang di Sungai Kumai, semakin meningkat.
Warga Kumai kembali dihebohkan dengan kemunculan buaya muara berukuran sekitar 2 meter di dekat Jembatan Pertamina Kumai.
Heru salah seorang warga desa Sungai Kapitan sekitar menuturkan, kawasan tersebut kadang sepi dan ramai dengan aktivitas masyarakat. Kemunculan buaya ini berbahaya terhadap aktivitas masyarakat di sekitar sungai. Meskipun saat kepergok, kadang langsung pergi menjauh, ucapnya.
Heru bahkan sudah menduga bahwa buaya tersebut merupakan salah satu dari anak buaya yang pernah terpantau warga di Sungai Sintuk dengan jumlah belasan ekor. Saat itu, ukuran anak buaya masih berukuran kecil-kecil sekitar 60 centimeter.
“Buaya itu panjangnya lebih dari 2 meter. Kita menduga buaya ini, termasuk yang kita tangkap beberapa waktu lalu, bagian dari anak buaya dengan jumlahnya belasan ekor. Itu pernah kita temukan di Sungai Sintuk setahun lalu,” ucap Heru.
Heru yang juga salah satu anggota Komunitas Pecinta Reptil Kumai menambahkan, anak-anak buaya tersebut saat ini sudah besar dan tidak berkoloni lagi. Karena di usia dewasa, buaya menjadi hewan yang teritorial atau tidak lagi berkelompok, terlebih untuk jenis kelamin jantan biasanya hidupnya berpisah-pisah.
“Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan serangan buaya terhadap manusia di tempat buaya tersebut berjemur. Namun keberadaan buaya tersebut tetap berbahaya bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, wilayah teritorial buaya berjenis kelamin jantan antara satu dengan lainnya berjarak sampai 10 kilometer. Sehingga, dirasa wajar bila buaya-buaya yang berjemur di tepi Sungai Kumai berbeda-beda. Saat ini yang sering terpantau masyarakat setempat baru 3 ekor dengan ukuran yang bervariatif, antara 2 sampai 3 meter, pungkasnya. (yusbob)







