
Sekcam Arut Selatan (Arsel) Rangga Lesmana, melalui acara yang diadakan di aula Fakultas Ekonomi Universitas Antakusuma Pangkalan Bun Kotawaringin Barat.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Krisis ekonomi global akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), membuat kondisi perekonomian Kotawaringin Barat menjadi terganggu. Berangkat dari hal itu, Dengar Yang Muda (Mahasiswa) mengadakan Webinar yang bertajuk “Mahasiswa Dalam Mendukung Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Dimasa Pandemi”, Selasa (2/2/2021).
Hal ini disampaikan oleh Sekcam Arut Selatan (Arsel) Rangga Lesmana, melalui acara yang diadakan di aula Fakultas Ekonomi Universitas Antakusuma Pangkalan Bun Kotawaringin Barat tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa tidak hanya mencari solusi kreatif, namun juga menjadi Agent of Change bagi bangsa agar keluar dari krisis ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Rangga Lesmana mengatakan, terdapat hal yang perlu dipersiapkan saat pandemi yaitu kemandirian dan perlu inisiatif yang tinggi untuk melihat opportunity yang ada. Di masa pandemi anggaran bantuan sosial, penyelamatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan lainnya itu lebih besar dari pada saat normal.
Hal tersebut dapat dijadikan peluang untuk generasi muda khususnya Mahasiswa, agar selamat pada kondisi saat ini, ucap Rangga Lesmana.
“Pada proses resesi ini, justru yang dapat kita manfaatkan adalah program dalam rangka melibatkan mahasiswa dan generasi muda dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di masa pandemi”, kata Rangga Lesmana.
Rangga juga mengingatkan kepada mahasiswa, Biasakan diri dilingkungan pengusaha berfikir jadi pengusaha agar kelak banyak mendapatkan ilmu dari para pengusaha, jangan bermimpi jadi pengusaha kalau tidak pernah melakukan, ucapnya.
Dengan Kondisi pandemi covid-19 peran mahasiswa wajib membantu memberikan informasi, mahasiswa dalam mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan dimasa pandemi itu sangat membantu masyarakat, terang Rangga.
Ia melanjutkan, arah kebijakannya lebih kepada bagaimana masyarakat diberdayakan. Di satu sisi pemerintah inisiatif untuk mensosialisasikan dan di sisi lain masyarakat harus pandai untuk menjemput program yang telah disediakan pemerintah.
Krisis ekonomi saat ini mahasiswa sebagai agent of change tentu harus dapat menganalisis dan mempelajari perubahan yang terjadi dalam segala aspek baik ekonomi, sosial dan lainnya, lanjut Rangga Lesmana.
“Perubahan yang terjadi saat ini juga mengharuskan kita untuk tetap inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan peluang, agar tidak semakin terpuruk dalam keadaan krisis. Jika kita tidak peduli dan tidak dapat menangani itu dengan baik, maka dikhawatirkan pada masa yang akan datang akan terulang kesalahan yang sama sehingga ekonomi akan terus mengalami penurunan,” ungkapnya.
“Disamping itu, adanya kebijakan social distancing dan Work From Home (WFH) sebagian besar masyarakat memanfaatkan keadaan tersebut untuk berkreasi dan berinovasi dengan membuka usaha kecil, yang akhirnya dapat membantu pemulihan ekonomi walaupun belum secara total,” tutupnya. (yusbob)







