Pengetatan PPKM Mikro, Tim Gabungan Sisir Sejumlah Tempat Keramaian di Pangkalan Bun

banner 468x60

Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah, bersama dengan Komandan Kodim 1014 /Pbn Letkol Arh Drajad Tri Putro S.E, Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah, dan Danlanud Iskandar Pangkalan Bun memantau langsung pelaksanaan operasi yustisi gabungan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan operasi yustisi gabungan menyasar sejumlah tempat dimana biasanya berkumpulnya masayarakat saat seperti di Taman Kota Bundaran Pancasila, Bundaran Gentong, Cafe dan sejumlah Hotel, Patroli yustisi juga menyusuri sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Pangkalan Bun.

banner 336x280

Dalam keterangannya, Komandan Kodim 1014 /Pbn Letkol Arh Drajad Tri Putro, mengatakan bahwa kegiatan operasi yustisi gabungan sekala besar akan terus dilaksanakan sampai tanggal 20 Juli mendatang, ucapnya Senin (12/7/2021)

Kami TNI-Polri dan Pemerintah Daerah menurunkan tim untuk memberlakukan kegiatan pengetatan dan penguatan PPKM Mikro dengan menambah personel untuk membatasi kegiatan ataupun ruang gerak dari masyarakat dan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang keluar masuk,” ujarnya.

Dandim menyampaikan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kasus COVID-19 pasca libur Lebaran rata-rata terjadi karena adanya klaster kerumunan.

“Klaster itu muncul karena kegiatan silaturahmi, kemudian kegiatan-kegiatan kunjungan ke tempat wisata, ataupun kunjungan-kunjungan ke famili, sehingga dari situ kita melihat terjadi peningkatan,” ujarnya.

Dandim menambahkan, jumlah kasus tersebut juga semakin meningkat karena adanya kecenderungan berkurangnya kedisiplinan masyarakat dalam penggunaan masker.

“Sehingga apabila kita lihat, terjadi ledakan di sejumlah wilayah di Indonesia. Sehingga tentunya kami TNI-Polri bersama dengan Pemerintah Daerah kemudian melakukan langkah-langkah dalam rangka memberikan pendampingan dan melakukan akselerasi untuk segera memulihkan kembali dan mengendalikan laju pertumbuhan angka COVID-19 salah satunya dengan Operasi Yustisi seperti saat ini ,” ujarmya.

Lebih jauh Dandim menyampaikan, sejalan dengan meningkatkannya jumlah kasus yang ada, TNI-Polri juga menerjunkan tambahan personel untuk memperkuat upaya pemeriksaan (testing) dan tracing (penelusuran). “Yang kedapatan reaktif ini kemudian kita berikan treatment khusus dengan diarahkan untuk isolasi mandiri, sambil menunggu hasil PCR. Ini diawasi oleh TNI-Polri sehingga tidak terjadi pergerakan yang kemudian mengakibatkan kontak erat,” tegasnya. (Yusbob)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *