
Abdurrohim guru SDN 3 Raja saat melakukan pembelajaran jarak jauh
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Tanpa keberadaan guru, tidak akan ada dokter, insinyur, ahli ekonomi, atau bahkan Presiden. Guru memiliki tanggung jawab serta peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga menjadikan suatu negara bisa berkembang, maju, dan berdaya saing.
Seorang guru haruslah memiliki rasa cinta, baik cinta pada profesinya sebagai guru maupun dalam pengajaran. Ia haruslah mengajar dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang kepada siswa-siswinya, Kamis (8/4/2021).
Ditengah Pandemi COVID-19 seperti sekarang ini Guru melakukan pembelajaran jarak jauh di dalam kelas diantara kursi-kursi kosong misalkan di SDN 3 Raja Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat.
Sebab, kata Abdurrohim seorang Guru SDN 3 Raja ini, inti pengajaran dan pendidikan itu sendiri ialah cinta. Cinta di dalam pendidikan lebih penting daripada penalaran rasional semata.
Karena di dalam cinta, ada niat yang dapat mendorong orang untuk belajar, untuk membantu mereka menemukan sendiri pola belajar yang pas, untuk menemukan diri mereka sendiri, kata Abdurrohim.
Kini, pandemi covid-19 sedang melanda negeri. Wabah penyakit yang disebabkan virus korona baru itu menggoyahkan segala sendi kehidupan, termasuk juga pendidikan. Kita diminta mencegah penyebaran virus dengan menjaga dan membatasi interaksi fisik.
Sekolah dianjurkan menjalani kegiatan belajar mengajar tanpa tatap muka. Selama pandemi yang kita belum tahun kapan akan berakhir, guru pun dituntut untuk terus bekerja, memutar otak, dan berinovasi.
Abdurrohim, seperti halnya guru-guru di seluruh Indonesia, harus beradaptasi dengan kehadiran pandemi virus corona yang mengakibatkan sekolah-sekolah ditutup dan pembelajaran dialihkan menjadi jarak jauh (PJJ).
Ia kini harus belajar hal-hal baru, seperti cara menggunakan aplikasi Zoom, Google Meet, dan Google Classroom.
Agar ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada siswa-siswinya tetap berjalan. Agar ia dapat terus menerus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik, agar menjadi anak yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia. Karena itulah guru mengabdi tanpa ingin dipuji. (Yusbob)







