
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat, baik yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, maupun isolasi mandiri hampir menembus angka lima ribu orang sejak kasus pertama ditemukan pada 3 April 2020 silam.
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan, saat ini
Satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah merilis ada tambahan 3 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal.
Sehingga, menurut Nurhidayah, jumlah pasien Covid-19 meninggal di Kobar saat ini sebanyak 115 kasus, terhitung sejak awal kasus Covid-19 yang masuk wilayah Kobar, ucapnya Senin, (12/7/2021).

Informasi tersebut, disampaikan lewat satuan tugas penanganan Covid-19 yang diakses yang bersumber dari website resmi :
http://covid19.kotawaringinbaratkab.go.id/. Serta website resmi satgas Covid-19 Kalteng : https://corona.kalteng.go.id/ , disampaikan pada Minggu, (11/7) kemarin.
“Untuk kasus aktif saat ini di Kobar, tercatat sebanyak 526 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isoloasi mandiri,” kata Nurhidayah selaku ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kobar dalam rilsinya.
Dalam data yang sama, juga disampaikan ada penambahan kasus positif Covid-19 baru, sebanyak 55 orang. Sehingga total keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kobar mencapai 4.853 kasus, terang Nurhidayah.
Selain disampaikan terjadi penambahan kasus baru positif Covid-19, Satgas Covid-19 Kobar juga menyampaikan penambahan puluhan pasien sembuh dari Covid-19.
“Ada 75 pasien Covid-19 yang sembuh dan dianggap tidak lagi memiliki virus corona. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh sampai saat ini berjumlah 4.212 orang sejak awal pandemi,” ucapnya.
Dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kobar, saat ini Kobar Masuk level 3 penyebaran Covid-19. Untuk itu, Bupati Nurhidayah memerintahkan satgas Covid-19 Kobar memberlakukan PPKM Mikro secara ketat.
Bupati Nurhidayah menuturkan, bahwa saat ini harus meningkatkan kewaspadaan, sebab kasus Covid-19 di Kobar terus meningkat. Untuk itu, masyarakat Kobar selalu diingatkan agar selalu disiplin protokol kesehatan.
“Kunci penanganan Covid-19 ini adalah pada kedisiplinan terhadap Prokes, meskipun sudah vaksin tapi prokes harus tetap dijalankan. Sebab, semua orang belum vaksin. Mari jaga dan lindungi keluarga kita dari virus corona ini,” imbuh Nurhidayah.
Perharinya 30 kasus menjadi pemicu terkonfirmasinya kasus Covid-19 perharinya, berdasarkan data sebaran kasus di Kobar total kasusnya saat ini telah mencapai 4.852 orang.
Sementara itu, untuk kasus aktif sendiri tercatat sebanyak 526 orang yang mendapat perawatan di RSSI maupun isoman.
Terus bertambahnya kasus Covid-19 setiap harinya, menyebabkan seluruh ruangan di RSSI baik gedung lima lantai, lantai II RSSI, maupun di ruangan tambahan Akasia, Ulin, Ramin serta IGD yang berkapasitas 164 tempat tidur penuh.
Guna memaksimalkan pelayanan pasien Covid-19, RSSI juga mengalihfungsikan ruang tunggu RSSI menjadi ruang perawatan, dan membangun tenda di luar gedung untuk tempat keluarga pasien.
“Ruang tunggu IGD saat ini menjadi tempat pelayanan, dan di depan IGD sudah terpasang tenda untuk tunggu keluarga pasien,” kata Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Fachrudin, Senin (12/7).
Lanjut dr Fachrudin, setelah dibukanya ruang Akasia sebagai ruang isolasi dan alihfungsi ruang tunggu IGD, rencananya rumah sakit juga akan kembali membuka ruang Meranti yang sebelumnya untuk pasien non Covid-19 untuk pelayanan pasien Covid-19.
Saat ini total ada 8 ruangan isolasi dengan 164 tempat tidur sudah penuh semua dengan pasien Covid-19, lantaran setiap ada kekosongan pada saat hasil vcr pada sorenya keluar dan ada yang sembuh, maka langsung terisi dengan pasien Covid-19 yang baru, terang dr Fachrudin.
Untuk itu, diharapkan agar pemerintah desa dan pemerintah kecamatan harus bisa mendorong masyarakatnya melakukan pembatasan pembatasan kegiatan dengan menghindari keluar rumah yang tidak terlalu penting, ucap dr Fachrudin.
“Hindari kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang kalau ini tidak dilakukan pembatasan di hulu berapapun kapasitas rumah sakit tempat tidur tidak akan cukup,” pungkas dr Fachrudin. (Yusbob)







