
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) mengadakan lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2022 tingkat Kabupaten. Lomba ini akan digelar di Aula Serbaguna Antakusuma Pangkalan Bun Park, pada 28 hingga 30 Maret.
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 52 tingkat Kabupaten Kobar kali ini digelar secara sederhana. Pasalnya banyak faktor yang melatarbelakangi selain soal pendanaan faktor Pandemi Covid 19 yang masih belum berakhir juga menjadi alasan.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kobar, Rodi Iskandar yang juga Kepala Dinas Kominfo Kobar, mengatakan konsep MTQ ke 52 ini sengaja didesain praktis, efisien berkualitas.
“Situasi pandemi, menjadikan pelaksanaan MTQ kita gelar secara sederhana tapi tetap berkualitas, selain itu dana juga menjadi salah satu faktor,” terang Rodi.
Selain itu selama dua atau tiga tahun kedepan MTQ akan dipusatkan di Ibukota Kabupaten tidak lagi bergiliran dari Kecamatan satu ke Kecamatan lainnya.
“Selama pandemi ini kita pusatkan di Pangkalan Bun, mungkin dua tahun kedepan tetap di kecamatan-kecamatan.
Untuk pemondokan kafilah juga menggunakan rumah-rumah pribadi termasuk rumah para Camat yang mayoritas berada di Kota Pangkalan Bun kita manfaatkan,” terangnya.
Peserta yang ikut sebanyak 302 terdiri dari 6 Kecamatan yakni, Arut Utara, Arut Selatan, Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, Kotawaringin Lama dan Kumai.dari 302 peserta 116 adalah murni peserta.
Untuk cabang yang dilombakan ada delapan, sementara satu cabang lomba kategori baru yakni hafalan hadis beserta sanad.
“MTQ ini akan dilaksanakan sejak 28 Maret hingga 30 Maret 2022 yang dipusatkan di gedung serba guna Antakusuma yang terletak di Pangkalan Bun Park,”ungkap Rodi.
Sementara Wakil Bupati Kobar, Ahmadi Riansyah, yang membuka MTQ ke 52 tersebut mengatakan apresiasi kepada LPTQ dan semua pihak yang telah menyelenggarakan MTQ meski ditengah situasi pandemi.
Meskipun sederhana harapannya tidak menyurutkan semangat dan harapan agar terus berprestasi. “Harapan saya ini juga bukan hanya sebatas seremoni semata tetapi juga menjadi motivasi untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalam Al Qur’an,” harap Ahmadi. (Yus)







