
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Setelah dua tahun ditiadakan akibat Pandemi COVID-19. Akhirnya Pasar Ramadhan kembali digelar. Namun Wakil Bupati Kobar, Ahmadi Riansyah menegaskan bahwa pasar Ramadan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.
Pasar Ramadan kali ini dibuat sebagai harapan agar ekonomi bisa kembali tumbuh dan berkembang, masyarakat terlayani kebutuhan rumah tangganya, dan berbagai kebutuhan makanan bisa tersedia, kata Ahmadi Riansyah.
Lanjut Ahmadi Riansyah, karena ini merupakan suatu tradisi maka harapan kita akan selalu ada, ungkapnya Senin (28/3/2022).
Potensi kerumunan pada pasar Ramadan tentu bisa saja terjadi maka ia meminta agar para pelaku UMKM yang mengisi pasar Ramadan atau di lapak masing-masing warga tetap mematuhi prokes.
Dirinya meminta agar selalu memakai masker, jarak dan tempat cuci tangan dapat diatur sedemikian rupa.
Disinggung ada berapa titik pasar Ramadan, Ahmadi belum bisa merincikan, hingga saat ini ada berapa titik yang diinformasikan, tetapi ia lebih menekankan protokol kesehatan agar benar-benar diterapkan.
“Pasar Ramadan ini sudah menjadi tradisi kita, disana banyak jajanan atau kue untuk berbuka puasa, selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa juga akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat dimasa pandemi,” ungkapnya.
Selain prokes, ia juga meminta dari sisi kesehatan dan kebersihan makanan yang diperdagangkan agar selalu menjadi perhatian. Sehingga makanan sehat bisa dinikmati oleh masyarakat tanpa dihantui rasa was-was.
Ia juga meminta kepada dinas atau instansi terkait untuk turut berperan aktif dalam melakukan evaluasi dan monitoring terhadap makanan yang di jual atau diperdagangkan supaya benar-benar terjamin kebersihan dan kesehatannya, pungkasnya. (Yus)







