
Aci Wawa atau Mami, dengan dagangan yang digelar depan rumahnya.
Kotawaringin News, Lamandau – Pandemi Covid-19 nyatanya mampu merontokan sendi perekonomian dunia tak terkecuali imbasnya sampai ke Indonesia begitupun denyut ekonomi di Kampung Nanga Bulik Lamandau, Kalimantan Tengah.
Seperti halnya Aci Wawa (59) atau akrab disapa Mami ini. Sebelum pandemi melanda, mami ini sibuk menerima orderan masak baik untuk hajatan ataupun jasa boga rumahan.

Ibu 3 anak ini tak patah arah bertahan ditengah pandemi yang entah kapan usai. Menggelar dagangan menjelang senja, di halaman rumahnya yakni tepat depan kantor PWI Lamandau, mulai dari es sirop hingga aneka bakar-bakaran dari bahan olahan daging ayam.
Mulai dari bakar potongan ayam hingga bakaran tahu-tempe dibalut dengan bumbu warisan leluhur yang membuat lidah tak berhenti untuk menambah lagi.
Aroma asap bakaran ayam yang menggugah selera tak ayal mengundang perut tetangga yang keroncongan untuk memesannya.
Dengan harga yang sangat terjangkau, misal harga satu bakaran sayap ayam dibanderol dengan harga 7 ribu, ceker dengan harga 5 ribu bisa mendapatkan 2 buah. Tahu-tempe 1 ribu. Kepala 5 ribu dapat 2. Begitupun usus dengan harga sama, 5000 ribu dapat 2. Pelepas dahaga, ada es sirup dengan harga yang sangat terjangkau, hanya 3 ribu saja.
Dengan harga yang bersahabat, 5kg stok potongan ayam ini pun ludes tak tersisa tiap harinya.
Mami berharap seperti halnya masyarakat dunia lainnya, pandemi ini cepat berakhir. Denyut ekonomi berangsur pulih perlahan. Kembali ke kehidupan normal, tanpa ada yang namanya prokes ataupun isolasi mandiri. (Ir)










