
Kotawaringin News, Lamandau – Bupati Lamandau, Hendra Lesmana mengakui adanya keberagaman di tengah masyarakat yang ada di wilayah setempat. Untuk itu, ia meminta agar ragam perbedaan itu tidak menjadi sumber konflik, terutama menjelang tahun politik mendatang.
“Menghadapi tahun politik, saya minta agar perbedaan-perbedaan yang ada ini jangan dijadikan suatu masalah, tetapi mari kita jadikan kekuatan,” kata Bupati Hendra di Nanga Bulik, Selasa 6 Desember 2022.
Dia mengatakan, masyarakat Kabupaten Lamandau dikenal memiliki kerukunan antar umat beragama. Masing-masing umat beragama sangat toleran dan memiliki jalinan yang baik antara satu dengan yang lainnya.
“Mari kita jaga hubungan harmonis ini, jangan sampai rusak karena kepentingan segelintir orang,” ajaknya.
Ia juga menyebut, selama ini masyarakat setempat menjunjung tinggi falsafah Huma Betang sebagai perekat kuat, meski adanya ragam perbedaan. Sehingga dia meminta, hal tersebut jangan sampai dirusak hanya karena syahwat politik yang ingin berkuasa baik sebagai calon legislatif maupun calon kepala daerah.
“Boleh ambisi tapi jangan sampai ambisius, ini yang berbahaya dan bisa membuat kita gelap mata,” ucapnya.
Orang nomor satu di Bumi Bahaum Bakuba itu juga mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sehingga iklim investasi di Kabupaten Lamandau tetap kondusif.
“Dengan kondisi global yang semakin sulit, kita harus bersiap menghadapi dampaknya. Baiknya iklim investasi di daerah kita, saya yakin akan berimbas pada perbaikan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan Bupati, ada tiga pilar dalam pembangunan daerah. Diantaranya, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. “Ketiganya ini harus saling bersinergi,” tandasnya.(BH)










