
Lurah Raja Sebrang Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat Guntur Setyawan.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Lurah Raja Sebrang Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat Guntur Setyawan meminta potensi Menyanggar Kampung Haralat (Selamatan) Kampung Raja Seberang harus dipertahankan, dikembangkan, dan dilestarikan.
Selamatan Kampung tentunya ini merupakan adat budaya yang secara tahunan dilaksanakan di Raja Seberang. Adat budaya seperti ini menurut Guntur perlu di pertahankan sehingga anak cucu nanti tidak kehilangan sejarah, Kamis (25/3/2021).
Tren Menyanggar Kampung ini perlu kita budayakan, baik domestik atau mancanegara, saat ini adalah yang masih mempertahankan budaya aslinya, kata Guntur Setyawan.
“Karena di situlah terlihat karakter masyarakat yang berbudaya,” ujar Guntur di sela kegiatan di Kelurahan Raja Sebrang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Tidak hanya itu, kedepan wisatawan juga akan tertarik untuk melakukan riset atau penelitian ilmiah di Kelurahan Raja Sebrang yang yang berbasis budaya dan masih menjaga tradisi adat istiadat. Seperti, tidak diperbolehkan poligami.
“Raja Sebrang ini cukup menarik. Rumah-rumah masih sangat asri. Sejuk dan teduh. Sungai Arut sekelilingnya masih sangat di jaga. Potensi kreatif masyarakat harus lebih digencarkan sebagai ikon bagi wisatawan, imbuh Guntur Setyawan.
Dia menambahkan, Pemkab Kobar sangat memperhatikan wisata-wisata di seluruh wilayahnya. Pihaknya akan berupaya memperkenalkan secara luas Menyanggar Kampung ini.
“Kita akan gencarkan promosi Menyanggar Kampung atau Selamatan Kampung. Dan kita juga akan perkenalkan kegiatan kreatifitasnya,” ujar Guntur Setyawan.
Sementara Pemangku adat M. Salmiadin mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan setiap awal bulan Nisfu, artinya setiap tahun di adakan. Dirinya berharap agar kegiatan ini terus berjalan dan generasi muda tidak meninggalkan nya.







