
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Personel Lanud Iskandar dan petugas SKW II BKSDA Kalimantan Tengah berhasil evakuasi seekor Orang Utan jantan yang berbobot 97Kg dari kawasan hutan Pangkalan TNI AU Iskandar. Rabu (18/8/2021)
Evakuasi berlangsung selama kurang lebih 2 jam dengan cara menembakan suntik bius ke orang Utan tersebut yang mempunyai nama latin ‘Pongo Pygmaeus’ ini.
Komandan Lanud Iskandar, Letkol Nav Rudi Kurniawan, menceritakan keberadaan Orang Utan ini sudah lama terpantau oleh pihak TNI AU Iskandar.
Menurutnya, demi keselamatan Orang Utan tersebut kami berinisiatif menghubungi petugas dari SKW II BKSDA Kalteng agar dalam penanganannya di lokasi lebih aman dan terjamin.
“Dari dulu kita sering melihat kehadiran orang utan tersebut, terus kita sampaikan ke pihak BKSDA untuk bisa segera dievakuasi,” kata orang nomor satu di Lanud Iskandar Pangkalan Bun ini.
Selain orang utan di sekitar hutan Lanud Iskandar juga kerap terlihat juga hewan dilindungi lainnya seperti kehadiran beruang madu dewasa.
“Kebetulan Orang Utan tersebut terlihat kembali dari Lanud Iskandar langsung bergerak cepat koordinasi dengan pihak BKSDA untuk penanganannya, Alhamdulillah proses evakuasi aman dan lancar” imbuhnya.
Sementara itu Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Dendi Setiadi mengatakan, bahwa proses evakuasi selain dari Lanud Iskandar juga ada WRU BKSDA SKW II juga melibatkan dari tim Orangutan Foundation International (OFI).
“Setelah kita mendapat laporan kita melakukan ground check, hal ini penting dilakukan agar dapat memantau posisi orangutan dan agar tidak kehilangan jejak,” kata Dendi Setiadi.
Menurutnya, proses evakuasi berjalan hampir satu jam dan perlu ekstra, karena posisi Orangutan selalu berpindah-pindah posisi, sehingga menyulitkan tim WRU dan OFI.
Lanjut Dendi Setiadi, dari lima kali tembakan bius yang dilesakan, 3 diantaranya tepat mengenai sasaran serta dua kali meleset. Namun sayangnya ketika Orangutan hilang kesadaran tersangkut di atas pohon.
“Akhirnya beberapa orang dari tim naik ke atas pohon, dan dipotong beberapa bagian dahannya agar ketika jatuh tidak tersangkut lagi, di bawah sudah kita siapkan dengan jaring, sehingga tidak akan melukai,” pungkasnya. (Yusbob)









