
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DisperindagopUkm) Kabupaten Kotawaringin Barat berencana melakukan perubahan, lantai dua pasar Indra Sari di Kelurahan Baru tersebut akan dijadikan sebagai tempat parkir.
Kondisi lapak pedagang di lantai dua Blok A dan Blok B Pasar Indra Sari Pangkalan Bun tersebut terlihat banyak yang kosong dan ditinggal pedagang, Senin (18/10/2021).
Pihaknya berencana bahwa lantai dua pasar semi modern itu akan dijadikan sebagai tempat parkir. Sedangkan pedagang ikan dan daging yang menempati posisi lantai atas akan dipindahkan ke lantai bawah.
“Lantai dua pasar akan kita jadikan lahan parkir”, kata Kepala DisperindagkopUKM Kobar, Alfan Khusnaini belum lama ini.
Jadi parkir di luar khusus untuk kendaraan roda empat. Nanti pedagang ikan dan daging yang di lantai atas akan kita pindah ke lantai bawah, kata Alfan Khusnaini.
Pantauan media di lapangan, memang kondisi Lantai 2 Blok A dan B Pasar Indrasari Pangkalan Bun, selain banyak lapak yang kosong karena ditinggalkan pedagang, juga nampak tidak terawat bahkan terlihat kotor.
Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurut para pedagang, kondisi itu disebabkan banyaknya sebagian mereka memilih kembali berjualan di luar pasar atau di lantai bawah.
Pemerintah daerah di tahun depan akan membangun lapak pedagang sayur di dekat areal pasar yang ada saat ini.
Pembangunan untuk lapak pedagang sayur kita rencanakan mulai Maret 2022.
Pedagang sayur lantai bawah kita pindah ke tempat baru. Kita bikin bangunan tersendiri dekat dengan yang ada sekarang, ungkapnya.
Alfan menyebutkan, perubahan penempatan dilakukan menyusul adanya keluhan dari sejumlah pedagang.
“Memang keluhannya air dari lantai atas merembes ke bawah. Kasian pedagang yang dibawah,” tuturnya.
Diinformasikan bahwa bangunan pasar semi modern ini memiliki 66 kios, 524 lapak, 2 ruang pengelola pasar, 1 ruang Mushola, 6 ruang WC, 4 ruang fasilitas umum, instalasi air dan listrik serta travelator. Bangunan ini rampung dibangun pada 2018 lalu dengan total anggaran sebesar Rp 34.807.967.000 bersumber dari APBD Kobar. (Yusbob)







