Menu

Lahan Bersengketa di Jalan Rambutan, Pemkab Kobar Tidak Memiliki Bukti Kepemilikan

Tumarno

Kotawaringin News, Pangkalan Bun – Pihak ahli waris Brata Ruswanda melalui kuasa hukumnya, Kamaruddin Simanjuntak, menyatakan bahwa Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) tidak memiliki bukti kuat kepemilikan lahan seluas sekitar 10 hektare di Jalan Rambutan Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar, Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka hanya memiliki foto copy surat gubernur yang diduga palsu karena dokumen tersebut tidak pernah teregistrasi di kantor Gubernur Kalteng.

Ironisnya, mereka tetap nekad memasang patok tata batas dan plang papan nama bertuliskan tanah milik Pemkab Kobar, meskipun hingga saat ini belum ada putusan hukum inkrah yang menyatakan bahwa lahan lahan itu milik Pemkab Kobar. 

“Putusannya novum. Artinya perkara pokok tidak diadili,” kata Kamaruddin melalui sambungan telepon Sabtu (17/5/2019). Justru, kata Kamaruddin, yang dirugikan adalah pihak keluarga ahli waris. Pasalnya, lahan yang pernah dipinjampakaikan kepada kementerian pertanian pada masa itu, pernah dimanfaatkan oleh Pemkab Kobar melalui dinas pertanian untuk balai benih dan kegiatan pertanian lainnya, hingga akhirnya dikuasai menjadi aset daerah. 

“Mereka (Pemda) menguasai dasarnya dari mana? Kalau hibah, hibah dari siapa? Kalau beli, beli dengan siapa?.” 

Lebih lanjut Kamaruddin menegaskan, pihak ahli waris memiliki bukti surat keterangan kepemilikan yang dikeluarkan oleh kepala kelurahan setempat. Silsilah lahan tersebut merupakan tanah kesultanan. Saat itu, Brata Ruswanda meminjampakaikan kepada pihak kementerian pertanian karena pada saat yang bersamaan dirinya menjadi kepala perwakilan di Kabupaten Kobar.

Terkait dengan hal itu, Gusti Kadran, tokoh masyarakat Kobar yang juga merupakan keturunan Kesultanan Kutaringin membenarkan bahwa silsilah lahan di Jalan Rambutan yang saat ini bersengketa awalnya adalah tanah milik kerajaan Kesultanan Kutaringin. (gza)

Baca Juga Berita Lainnya

No comments

Tinggalkan Balasan

Ikuti Kami Di Facebook