
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Ayah dan Ibu Korban yang meninggal dalam peristiwa meledaknya Kapal Tongkang PT Korindo Arya Bimasari di Rt 11 Kelurahan Mendawai Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, menyisakan kesedihan yang sangat mendalam.
Pasalnya, Fauzi, 22 tahun, korban meninggal akibat meledaknya Tongkang Korindo tersebut merupakan tulang punggung keluarga, Selasa (6/7/2021).
Ayah korban menceritakan jika anaknya itu baru bekerja melalui pihak ketiga (outsourcing/alih daya) kurang lebih selama 20 hari. Bahkan, hingga saat ini keluarga korban belum mendapatkan santunan apa-apa.
“Hanya biaya rumah sakit dan pemakaman saja yang di tanggung pihak perusahaan,” tutur Ayah Almarhum Fauzi yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, pada saat mendengar kabar Tongkang meledak dan memastikan bahwa korban yang meninggal dunia adalah anaknya, lalu ayah Almarhum bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Namun eronisnya ia tidak diperbolehkan masuk oleh pihak keamanan pabrik (Scurity), terus terang saat itu saya bingung dan tidak bisa berbuat apa-apa”, ucapnya.
“Saya ini orang tuanya, dan itu (Almarhum) itu anak saya, terus terang saya sedih sekali karena tidak diperbolehkan masuk untuk melihat anak saya,” terang Ayah Fauzi di kediamannya yang berada di jalan Bhayangkara, Kecamatan Arsel, Kobar. (Yusbob)









