
Sarmadi, pria 42 tahun, yang hanya tamatan SD, berjuang menjadi tukang pijat terapi untuk menghidupi istri dan satu anaknya ditengah pandemi
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kekurangan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia tidaklah menjadi penghalang bagi setiap insan yang mau berjuang. Seperti halnya yang dilakukan oleh seseorang bernama Sarmadi, pria 42 tahun, yang hanya tamatan SD, berjuang menjadi tukang pijat terapi untuk menghidupi istri dan satu anaknya.
Profesi sebagai tukang pijat ini sudah dijalani selama 10 tahun lebih. Baru-baru ini telah melayani jasa sampai ke rumah-rumah, sebelum pandemi Covid-19, Sarmadi mempunyai ratusan pelanggan, bahkan sehari sampai melayani 6 pelanggan untuk menggunakan jasa pijatan Sarmadi, Sabtu (19/12/2020).
Dirinya bercerita, sebelum menekuni profesi tukang pijat, ia harus mempelajari anatomi tubuh manusia, fungsi tubuh manusia, hingga teori pijat dengan benar, menurut nya Sarmadi memang punya turunan dari orang tuanya.
“Dulu waktu saya masih kecil sering melihat bapak dan kakek saya memijat, dari situ saya belajar teknik nya, hingga bisa memijat sampai sekarang”.
Sarmadi melanjutkan, disana ia belajar banyak sekali hal mulai dari anatomi tubuh manusia, sampai teori pijat yang benar. Intinya, dalam memijat itu tidak boleh sembarangan, dan ini yang saya pelajari dari orang tua saya.
Dalam pengalaman praktik pijatnya, dirinya melayani aneka macam pijat seperti terapi massage, bahkan juga ada pelanggan yang dari Kepolisian dan TNI, ucapnya.
Akan tetapi, usahanya tersebut tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan. Akibat dari pandemi Covid-19, Sarmadi mengaku bahwasanya jumlah permintaan pijat di tempatnya mengalami penurunan drastis.
Sebelum pandemi menghantam, Sarmadi bisa mendapatkan enam pelanggan. Namun, saat ini ia harus menelan pil pahit hidup dengan hanya kedatangan satu pelanggan, bahkan juga tidak ada sama sekali.
“Saya maklum sih, karena orang-orang ini kan juga khawatir dengan kondisi saat ini. Tapi memasuki bulan Desember ini sih sudah lumayan, seminggu bisa dapat dua orang,” kata bapak yang mempunyai 1 orang anak ini.
Saat ditanya mengenai tarif pijat, Sarmadi menjelaskan tidak ada patokan harga cukup
seikhlasnya saja, bahkan saat ini ia melayani jasa dengan menyebarkan kartu nama beserta no hp dan alamat rumahnya.
Ia menaruh no hp 085348738009 beralamatkan di jalan Pangeran Antasari Rt 4 Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kendati demikian, ia berharap masyarakat tertarik untuk memanjakan diri dengan datang ke tempat pijatnya, atau memanggilnya. Pasalnya, pijat memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan imun dan membuat tubuh lebih rileks serta menyegarkan badan.
“Masyarakat tidak perlu takut untuk datang pijat atau memanggii, karena saya sendiri menerapkan protokol kesehatan. Saya juga berharap pemerintah dapat lebih lagi memberikan wadah bagi tukan pijat ini, supaya bisa menyalurkan bakatnya selain memijat,” tutup Sarmadi. (yusbob)









