
Paijo Pengamen Jalanan di Pangkalan Bun
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Malam itu hujan rintik-rintik terasa sangat dingin kepada seorang pemuda yang sedang mencari nafkah untuk mencari makan dengan mengamen. Pemuda itu bernama Rehan atau biasa disebut Paijo (25 tahun).
Paijo menjadi pengamen sejak satu tahun yang lalu, pagi Paijo bekerja di salah satu tempat cuci mobil di Pangkalan Bun, malam hari usai bekerja Paijo mengamen lagi dengan tujuan agar gaji dari hasil bekerja di tempat cucian bisa ditabung, sementara untuk membayar barakan dan makan sehari-hari dari hasil mengamen,
Paijo merantau dari Jawa Ke Kalimantan dengan tujuan bisa bekerja layak seperti yang diharapkan, namun garis kehidupan perlu proses, tanpa malu Paijo bekerja apa adanya demi menyambung hidup di perantauan, Senin (4/1/2021).
Kalau aku bekerja dari hasil tempat cucian saja, aku tidak bisa menabung dan itupun sangat ngepres buat kebutuhan sehari-hari, aku perlu masa depan dari hasil kerja aku tabung, sementara untuk kebutuhan makan dan bayar barakan aku harus ngamen, kata Paijo saat dibincangi Kotawaringin News.
Paijo saat ini tinggal di barakan sekitar Bundaran Pancasila, Kecamatan Arut Selatan, dirinya tidak pernah malu yang penting halal tetap saya kerjakan, biar orang menghinaku asal aku selalu berniat baik dan tidak menyakiti orang lain insyaallah ada rejeki, ucapnya.
Paijo mengaku saat mengamen sering dicueki dan bahkan banyak yang iba terhadapnya, namun Paijo masih terus berjuang dalam kehidupannya, aku tidak akan pernah malu dan aku tidak akan mau menyakiti orang lain, katanya.
Hasil dari kerjanya ditabung dan dikirimkan kepada orang tuanya, sisanya ditabung untuk kehidupan masa depanya kelak, ucap Paijo. (yusbob)









