
Namanya Supadi. 86 tahun. Warga Rt 20 Bamban Kelurahan Sidorejo Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Tengah ini tetap tegar. Usia sepuh tak membuat patah semangat untuk mengais rezeki.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Namanya Supadi. 86 tahun. Warga Rt 20 Bamban Kelurahan Sidorejo Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Tengah ini tetap tegar. Usia sepuh tak membuat patah semangat untuk mengais rezeki. Dia mendorong angkong, karena tidak bisa menunggangnya. Setiap hari berjualan sapu lidi untuk di jual di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di samping Telkom.
Kulitnya sudah keriput, sedikit kurang pendengaran, berjalan agak limbung, namun tidak dengan semangatnya. Kakek Supadi tetap yakin untuk mencari rezeki lewat cara yang baik. Ia tak ingin mengandalkan belas kasihan orang lain.

“Setiap hari jualan. Saya mangkal di samping Telkom, di pinggir jalan yang ada pohon, sekalian berteduh,” katanya saat ditemui Kotawaringin News, Minggu (21/2/2021) pagi.
Saat itu, Kakek Supadi sedang santai di bawah pohon besar. Dari tatapan matanya, harapan ada warga yang membeli sapu lidi, tak bisa disembunyikan. “Saya jualan sejak tahun 1973,” ceritanya.
Sapu lidi yang dijual Kakek Supadi terbuat dari pelepah pohon enau (aren). Dia biasanya mencari pohon itu ke hutan. Tidak dibantu siapapun. Semua pekerjaan dilakukan mandiri. Di usianya 86 tahun, ia ternyata masih sanggup mencari pohon untuk memotong pelepah.
Setelah pelepah dipotong, daun diambil satu persatu, lantas dikumpulkan dan dipikul ke rumah. Setelah Daun disisir untuk mendapatkan lidi untuk dijemur agar kering. Perlu waktu 4 hari agar lidi bisa dirakit menjadi sapu. “Makanya, jualan cuma satu pekan sekali bisa juga dua kali. Karena proses pembuatan sapu tidak mudah dan memakan waktu,” ungkapnya.
Harganya cuma Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu, dari pagi hingga sore hari kadang laku cuma satu ikat saja dengan harga Rp 10 ribu. Dalam sehari, pendapatannya juga tak menentu, kata Kakek Supadi.
Sudah tua kenapa tidak istirahat saja di rumah? Ternyata ia tidak mau merepotkan ke empat anaknya yang masing-masing sudah berkeluarga. Saya masih kuat kerja sendiri,” tuturnya.
Kakek Supadi memang tidak muda lagi. Ia mengaku sering kelelahan setelah selesai jualan. Agar kuat, ia selalu menanamkan di dalam dirinya untuk selalu bersyukur atas apa yang didapatkan. Entah jumlahnya banyak atau sedikit. Ketimbang mendapat penghasilan dengan cara mengemis dan mengandalkan orang. (yusbob)







