
Salah seorang pengendara roda dua tewas usai mengalami kecelakaan lalu lintas, di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (9/3/2021) malam sekitar pukul 18.30 WIB.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Jalan Raya Ahmad Yani yang dikenal sebagai jalur tengkorak atau jalur maut kembali memakan korban nyawa. Salah seorang pengendara roda dua tewas usai mengalami kecelakaan lalu lintas, di Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (9/3/2021) malam sekitar pukul 18.30 WIB.
Laka lantas ini sempat viral dan disebarkan ke medsos, dengan tujuan agar bisa diketahui masyarakat luas dan langsung memberikan informasi kepada keluarga Korban.
Belum diketahui persis kejadian lakalantas tersebut, karena cuaca saat itu hujan deras, korban langsung dibawa ke ruang Jenazah RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Sementara itu dari hasil visum, dokter Forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Erianto mengatakan, Korban Kecelakaan yang belum diketahui identitasnya ini didapati suatu luka pada daerah dahi kepala sebelah kanan, ada luka memar yang paling berat daripada luka itu adanya suatu benturan yang kuat pada daerah kepala
Menurut dr Erianto, di kepala tidak dijumpai kekerasan atau namanya luka-luka, tapi ada benturan di kepala yang menyebabkan suatu perdarahan yang hebat pada lubang telinga dan lubang hidung, disebut dengan perdarahan aktif dari telinga dan hidung.
Kasus yang saya dapatkan, terang dr Erianto adalah dengan pemeriksaan luar adanya suatu patah tulang iga di daerah sebelah kanan, di situ dijumpai lagi luka akibat benturan benda tumpul pada daerah dada, dengan adanya tanda-tanda luka lecet yang terjadinya patah tulang, ucapnya
Dari kejadian kecelakaan tadi, yang paling hebat itu adalah saya kuatirkan di kepala itu adanya suatu perdarahan yang aktif pada telinga itu biasanya disebut dengan trauma kapitis pada kepala itu sendiri walaupun dia pakai helm, kata dr Erianto.
Walaupun dia pakai helm tapi namanya jaringan kepala ara otak dan bisa terbentur di bagian dalam yang menyebabkan perdarahan yang hebat, pada telinga dan hidung yang menyebabkan meninggal dunia, Pungkasnya. (yusbob)









