
Koordinasi antara Dinas PUPR Kobar, Polres, dan Dishub, pengguna jalan yang diperbolehkan melintasi ruas jalan sementara ini dibatasi hanya kendaraan truk dengan berat kendaraan plus muatan maksimal 6 ton.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) yang masih tahap perbaikan sering terjadi kemacetan dikarenakan adanya angkutan bertonase diatas 6 ton masih melintas hingga terjebak dikubangan lumpur, Sabtu (30/1/2021).
Terkait hal ini, Dinas PUPR Kotawaringin Barat (Kobar) langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), pihak kontraktor, Dishub Kobar serta Polres Kobar untuk mengurangi arus kemacetan sementara, ruas jalan yang telah ditimbun untuk sementara telah dibuka bagi pengguna jalan.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kobar Juni Gultom, pembukaan berdasarkan tinjauan lapangan sambil menunggu proses perbaikan lanjutan satu titik sepanjang 200 meter yang dimulai akhir Maret 2021 dengan anggaran dari Provinsi Kalteng sekitar Rp 12 miliar,” ucapnya saat melakukan peninjauan di Jalan Pangkalan Bun – Kolam.
Lanjut Juni Gultom, menurut PUPR Provinsi rencananya konsruksi titik jalan sepanjang 200 meter yang masih dalam proses perbaikan ini menggunakan konstruksi rigid pavement.
“Sebelum proses pengerjaan sementara ini jalan tersebut dibuka, namun dengan batasan-batasan tertentu,” imbuh Juni Gultom saat diwawancarai awak media.
Juni Gultom menerangkan, bahwa berdasarkan hasil koordinasi antara Dinas PUPR Kobar, Polres, dan Dishub, pengguna jalan yang diperbolehkan melintasi ruas jalan sementara ini dibatasi hanya kendaraan truk dengan berat kendaraan plus muatan maksimal 6 ton.
“Mulai sore ini (kemarin) posko penjagaan bakal dibangun di sekitar Bundaran Tudung Saji dan arah Kecamatan Kotawaringin Lama. Posko tersebut dibangun untuk mengawasi jenis kendaraan dan muatan yang melintasi satu titik yang masih dalam kerusakan,” tuturnya.
Sementara itu, Rekanan PUPR Kalteng Rudi Halim, yang sebelumnya mengerjakan beberapa titik perbaikan di ruas jalan tersebut berharap bila nantinya proses lelang dan kontraktor pengerjaan jalan sudah ditentukan sesuai prosedur, agar diberikan waktu yang cukup untuk pengerjaan dan disesuaikan dengan kondisi cuaca saat ini.
“Karena kita lihat saja kondisi cuaca tahun lalu. Bahkan ruas jalan tersebut saat proses perbaikan sempat banjir. Untuk itulah harapannya lama pengerjaan juga bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca pada tahun ini. Karena kalau hujan sangat berpengaruh pada perbaikan jalan,” pungkasnya. (yusbob)







