
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Tokoh masyarakat yang juga Suami Bupati Kotawaringin Barat Ayahanda H. M Ruslan AS mengatakan, pelaksanaan Idul Adha di masa pandemi ini banyak hikmah yang bisa diambil. Salah satunya, umat Islam mendapat kesempatan untuk melakukan napak tilas dan memahami perjuangan Nabi Ibrahim AS.

“Nabi Ibrahim AS, dalam perjuangannya menunjukkan jiwa pengorbanan yang tinggi. Dalam konteks hari ini, kita, bangsa Indonesia khususnya Kotawaringin Barat, Kalteng, yang sedang mengalami ujian pandemi Covid-19, inilah saatnya merefleksikan spirit (semangat) itu (berkurban). Bagaimana pengorbanan itu dilakukan,” kata H. M Ruslan AS saat memantau proses penyembelihan hewan qurban di Kediaman jalan Samari Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Rabu, (21/7/2021) pagi.
Di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, ujar Ayahanda, sapaan akrab H. M Ruslan AS, seluruh elemen masyarakat, bangsa, dan negara, harus berkorban.
“berdiam diri di rumah, memakai masker, dan social distancing (menjaga jarak dan tidak berkerumun). Pasti, saya yakin, menurut kita ini sesuatu yang tidak mengenakan. Namun prokes ini kita lakukan dalam rangka pengorbanan,” ujarnya.
Yang jelas, menurut H. M Ruslan Idul Adha 1442 2021 ini ikut prihatin, bukan cuma kita saja yang ada di Kobar, Kalteng, tapi ini seluruh penjuru dunia, qurban di tahun ini sangat menyentuh untuk berbagi terutama bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.
Keluarga besar H. M Ruslan AS memotong hewan Qurban kurang lebih 12 ekor sapi, 12 ekor ini di bagi di sekitar perkebunan dan masyarakat yang membutuhkan, kurang lebihnya ada 1.5 ton daging hewan Qurban ini, dan insyaallah kita bagikan kurang lebihnya 1000 paket.
Dirinya berharap kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Barat agar selalu mentaati protokol kesehatan, saat ini situasi Pandemi di kobar ini sangat memprihatinkan, harap H. M Ruslan AS.
Ditengah pandemi ini masyarakat harus bisa mensiasati, pandemi ini bukan cuma berdampak pada perekonomian masyarakat biasa saja, namun para pengusaha juga ikut terdampak.
“Termasuk UMKM, Pariwisata dan yang lainnya, tentunya ini harus bisa disiasati, tidak ada kata lain kita harus mencari peluang usaha,” kata H. M Ruslan.
Dirinya memberikan contoh, para pelaku UMKM yang jualan secara online ini, apapun harus kita lakukan dan ternyata bisa, contohnya orang jualan rujak jambu kristal, baru saja diposting di online saat saya mau pesan sudah habis, artinya jualan secara online ditengah pandemi seperti sekarang ini lebih efektif, dan semuanya laku, imbuh H. M Ruslan. (Yusbob)







