
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Nur Halifah, salah seorang peternak ayam petelur di Sungai Tendang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, berkeluh kesah soal kerugian yang dialaminya gara-gara murahnya harga telur.
Saat ini, kata Nur Halifah, harga telur ayam per dos yang ukuran besar sekitar Rp 470, dulunya masih harga Rp 540, ucapnya,
Sementara untuk ukuran tanggung yang dulunya Rp 500 sekarang menjadi Rp 450, sementara yang kecil dulunya harga Rp 470 menjadi Rp 410, kata Nur Halifah, saat di konfirmasi dilokasi, Senin (01/11/2021).
Menurutnya, penyebab turunnya harga telor lokal anjlok akibat banyaknya pasokan telur dari Jawa. Hal ini membuat harga telur lokal menjadi turun, terangnya.

Meski harga telur turun, hal ini tidak diimbangi dengan turunnya harga pakan ayam.
Akibatnya, hampir tiap hari selama sebulan ini, dia mengaku mengalami kerugian, bahkan harga pakan ayam pun juga mengalami kenaikan per sak sekarang sudah Rp 350.
Nur Halifah menuturkan, imbas dari anjloknya harga telur di pasaran tak hanya dialami oleh dirinya, tetapi juga peternak ayam petelur lokal lainnya yang ada di Kobar.
“Dari kawan-kawan peternak kecil macam saya ini semua pada ngeluh, harga telur turun drastis, harga pakan enggak ada turunnya. Jadi kalau untuk per hari beli pakan kita masih kurang,” ungkapnya.
“Soal harga telur sangat turunnya drastis, jadi untuk pembelian makanan pun kurang cocok dari penghasilannya,” ucapnya.
Ia menyampaikan, supaya peternak ayam bisa lebih “bernapas”, dia berharap agar harga telur lokal bisa seperti semula.
“Ke depannya sih mudah-mudahan bisa standar lagilah. Jadi kalau untuk peternak-peternak kecil enggak keberatan,” harapnya. (Yusbob)









