
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pedagang ayam goreng banyak yang memilih libur sementara akibat terus melambungnya harga daging ayam potong yang sudah mencapai Rp 45-50 ribu per kilogram. Tidak terkendalinya harga daging ayam potong dirasakan betul oleh para pedagang karena omzetnya menurun drastis.
Salah seorang pedagang ayam goreng yang biasa berjualan di jalur Jalan Ahmad Wongso Siska (32) memilih menutup dagangannya. Itu terjadi sejak hampir sepekan terakhir tepatnya saat harga daging ayam melebihi tidak kunjung turun dan masih Rp 45/50 ribu per kilogramnya.
“Saat itu mulai Rp 26 ribu per kilogram, terus kemudian di atas Rp 30 ribu sampai terakhir Rp 36 ribu per kilogram. Sekarang malah jadi Rp 45/50 ribu per kilogram. Dari setiap minggunya saya perhatikan harganya terus meroket tajam. Otomatis saya kewalahan berbelanja daging ayam,” tuturnya, Selasa (29/6/2021).
Dia menuturkan harga daging ayam sudah melebihi harga normal dan sebelumnya juga pernah berada diangka tertinggi. Dirinya heran harga daging ayam meroket tajam pasca-Idul Fitri lalu
Kerugiannya terjadi saat harga daging ayam senilai Rp 36 ribu. Dia menyiasati dengan cara menaikkan harga dari semula Rp 5 ribu per potong menjadi Rp 5.500 per potongnya. Bahkan, saat harganya masih normal Rp 10 ribu bisa mendapatkan tiga potong.
“Sekarang disiasati model apapun kalau dihitung pasti rugi. Belum lagi konsumen yang belum tahu sering komplain padahal sudah saya jelaskan. Kalau pun masih ada pedagang yang bertahan, tentu mengurangi barang jualanya,” katanya.
Pedagang lainnya, Sikarya menambahkan, dirinya memang masih berdagang namun terpaksa mengurangi belanjaan daging ayam karena terbilang sudah tidak wajar.
Dari biasanya mampu berbelanja 5 sampai dengan 6 kilogram, kali ini maksimal hanya berbelanja dua kilogram saja.
“Sebisa mungkin kami upayakan untuk menjelaskan kepada pembeli. Sebagian memang memahami dan tidak sedikit juga mengeluh. Saya mau gimana lagi karena ingin tetap berjualan,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, kalau di tingkat peternak ayam potong biasanya seperti apa. Dan untuk tingkat pengepul per kilogramnya seperti apa.
Namun demikian, dirinya belum mengetahui pasti kenaikan di tingkat peternak ayam karena di pedagang tradisional sudah meroket tajam. (Yusbob)









