
Harga cabai rawit di Kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat pada Minggu (17/1) pagi masih di harga Rp160 ribu, Minggu (17/1) Sore sudah "meroket" mencapai harga Rp200 ribu.
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Harga cabai rawit di Kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat pada Minggu (17/1) pagi masih di harga Rp160 ribu, Minggu (17/1) Sore sudah
“meroket” mencapai harga Rp200 ribu, imbas terjadinya bencana banjir yang menerjang Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa hari lalu.
“Sore ini harga cabai rawit tembus Rp200 ribu per kilogram. Informasinya karena pasokan dari Banjarmasin (Provinsi Kalsel) terganggu karena banjir,” kata Ulfaida seorang pedagang sayur di Pasar Indra Sari Kelurahan Baru”, Minggu (17/1/2021).
Dia menerangkan, pada masa normal harga cabai rawit di tingkat agen besar berkisar Rp100 ribu per kilo. Namun sejak Kamis lalu atau sejak kabar bencana banjir melanda Kalimantan Selatan harga cabai terus naik sampai beberapa kali.
“Pertama dari harga normal 80 ribu tiba-tiba ke-Rp160-170 ribu dan per sore hari ini menjadi Rp200 ribu sekilo. Tentunya banyak pelanggan nya yang kaget tadi pagi masih Rp160 ribu, sore sudah Rp200 ribu, kata Ulfaida.
Akibat melonjaknya harga tersebut, Ulfaida mengaku langsung membeli cabai sampai tujuh kilogram untuk menghindari kembali melonjaknya harga cabai rawit.
“Saya takut nanti harga naik lagi. Maka saya cukup banyak membeli nanti kalau tambah mahal kasihan juga langganan saya yang mencari cabai di warung ini,” kata Ulfaida.
Selain pada cabai rawit, harga sejumlah sayuran juga mulai naik meski tidak signifikan. Diantara sayuran itu seperti kacang panjang, kentang dan wortel.
Sementara untuk harga cabai keriting dan cabai besar masih Rp80 ribu, bawang merah dan putih masih Rp30 ribu.
Sementara itu, Rahma salah satu pengunjung pasar merasa kaget dengan harga cabai, tadi pagi sayambeli masih 160 ribu, eh sore ini sudah di angka 200 ribu per kilo, selama 10 tahu terahir ini seperti nya baru ini harga cabai sampai Rp200 ribu, sebutnya. (yusbob)









