
Kotawaringin News, Seruyan – Isu penculikan anak santer menjadi bahan perbincangan dan semakin merebak hingga ke semua wilayah di Indonesia melalui daring, baik dalam berupa postingan Facebook maupun pesan berantai WhatsApp, tidak terkecuali di Kabupaten Seruyan. Hal ini membuat geger para orang tua terkhusus ibu-ibu, sehingga spekulasi-spekulasi berlebihan dianggap sebagai suatu kebenaran.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Masfuatun mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi semakin tidak dapat dikontrol yang tentu memiliki dampak baik dan dampak buruk. Oleh karena itu, masyarakat mampu bersikap bijak dalam berteknologi, terutama saat membaca atau melihat isu-isu di media sosial.
“Isu penculikan anak yang menyebar di media sosial seperti Tik-tok, Facebook, hingga pesan berantai WhatsApp adalah efek dari kecanggihan teknologi saat ini. Jika memang itu benar, maka masyarakat harus lebih waspada dalam menjalani aktivitas sehari-hari agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkap Masfuatun (06/02/2023).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan mengimbau masyarakat agar tidak gegabah dalam bertindak sehingga menyebabkan kepanikan diri sendiri maupun orang lain, karena hanya akan memperkeruh keadaan.
“Tidak perlu terlalu panik. Kita sebagai orang tua harus tetap waspada dan peduli pada satu sama lain agar tidak memperkeruh keadaan. Ini hanya sekadar isu, jika memang terjadi, biarkan pihak berwajib dan instansi terkait bertindak. Ingat, jika ternyata isu penculikan itu tidak ada di Kabupaten Seruyan, maka itu bisa menjadi tindak pidana. Kita memiliki UU ITE,” imbaunya.(Ys)








