
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) beberapa waktu lalu menggelar Rapat Puskesmas Mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) dan Collaboration Improvement Poned – Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek).
Kepala Dinkes Kobar Achmad Rois menyampaikan bahwa ini dalam rangka menguatkan sistem rujukan penanganan kedaruratan kebidanan untuk meningkatkan mutu dan kualitas system rujukan dan penanganan sesuai potensi masalah yang ada, Kamis (3/6/2021).
“Sehingga kolaborasi dan improvisasi pola-pola pengembangan rujukan antara Poned ke Ponek dari puskesmas poned ke rumah sakit sebagai rujukan ponek itu bisa tersusun secara sistematis dengan range waktu dan kompetensi yang dimiliki mampu menyelamatkan secara maksimal kedaruratan kebiadanan daerah kita sebagai lokus penurunan AKI dan AKB,” jelasnya.
“Diharapkan dapat disusun suatu kerangka pikir pengembangan dan pemantapan Poned-Ponek secara institusi kemudian pemantapan pola-pola rujukan dan meningkatan bagaimana sistem informasi dari Poned ke Ponek dengan berbagai permasalahan dalam pelayanan.”
“Sehingga informasi kondisi pasien dari faskes Poned sudah ditangkap di faskes Ponek, kemudian pada faskes Ponek sudah bisa menyiapkan langkah-langkah pelayanan yang baik terhadap pasien yang akan dirujuk,” tandas Rois.
Untuk diketahui, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) adalah pelayanan untuk menanggulangi kasus-kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal yang meliputi ibu hamil, ibu bersalin maupun nifas dengan komplikasi obstetri yang mengancam jiwa ibu maupun janinnya.
Hampir sama dengan Poned, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek) adalah pelayanan untuk menanggulangi kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal secara komprehensif yang terjadi pada ibu hamil, ibu bersalin maupun ibu dalam masa nifas dengan komplikasi obstetri yang mengancam jiwa ibu maupun janinnya, imbuhnya. (Yusbob)









