
Wardiman Pemilik Sanggar seni budaya tunas anom
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pandemi virus corona (covid-19) telah melanda dunia dan Indonesia, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Menyebarnya virus ini berdampak pada melemahnya perekonomian, Selasa (5/1/2021).
Virus ini menyebar dengan cepat dan melumpuhkan semua aktivitas salah satu nya bagi para seniman di Kotawaringin Barat, Berkaitan dengan penanggulangan pandemi covid-19, Pemerintah Daerah mengambil kebijakan dengan melarang semua kegiatan yang bersifat berkerumunan. Peraturan tersebut diambil oleh dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Kebijakan tersebut membuat terhentinya berbagai aktivitas masyarakat yang menyebabkan banyak orang kehilangan mata pencahariannya, termasuk para seniman yang selama ini bekerja di sektor informal.
Dampak Covid-19 terhadap Seniman
Wardiman, Pemilik Sanggar seni budaya tunas anum yang biasa mengisi acara pagelaran seni tradisional. Seperti penerimaan tamu, adat pengantin, kemudian mengisi acara formal kedinasan dan lainnya, sepi job.
Wardiman ikut merasakan dampak pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi virus corona ini sangat berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk para seniman yang notabene tidak memiliki gaji tetap dan hanya mengandalkan hidup dari jasa berkeseniannya.
“Saya sering berkomunikasi dengan para senior yang jadwal kegiatannya dibatalkan karena adanya wabah ini. Para perupa terpaksa sulit berkarya karena sisa uang yang ada lebih fokus dibelanjakan untuk membeli kebutuhan sehari-sehari daripada membeli bahan untuk berkesenian,” ujar Wardiman.
Bukan hanya praktisi seni, para pengajar seni yang juga kebanyakan pengisi kegiatan ekstra kurikuler di sekolah-sekolah juga banyak yang terkena dampak covid-19.
Sumber penghasilan mereka hilang karena sekolah-sekolah diliburkan untuk waktu yang tidak ditentukan, sesuai dengan anjuran pemerintah. Sementara itu di sisi lain, bekal keperluan sehari-hari terus menipis.
Iwan OT, juga mengalami hal yang sama. Sejak berjangkitnya wabah covid-19, omset job manggungnya menurun drastis. Apalagi setelah adanya kebijakan Pemerintah dia sama sekali sudah mulai gelisah.
Saya jadi tidak bisa menawarkan apa-apa, padahal pelanggan saya banyak orang dari keperluan pribadi. Sementara setiap hari harus makan. Pengeluaran dan, pemasukan nggak ada. Jadi sangat prihatin dampaknya,” ujar Iwan dengan nada prihatin.
Adanya musibah pandemi covid-19 ini memang telah membuat hampir semua aktivitas menjadi lumpuh. Seniman yang terbiasa berkegiatan di luar rumah terpaksa harus berdiam diri di rumah karena mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing (menjaga jarak).
Situasi ini tentu membuat kondisi mereka menjadi sulit. Mereka harus memutar otak agar bisa tetap berkesenian dan bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Yusbob)







