
Simulasi pembelajaran secara tatap muka yang dipantau langsung Bupati Lamandau H Hendra Lesmana di SMPN 2 Menthobi Raya, Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya, Selasa 18 Agustus 2020. (Bayu Harisma)
Kotawaringin News, Lamandau – Bupati Lamandau H Hendra Lesmana memantau langsung simulasi pembelajaran secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang diterapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lamandau sejak sekian lama siswa harus belajar di rumah.
Simulasi pembelajaran secara tatap muka yang dipantau langsung Bupati Hendra di SMPN 2 Menthobi Raya, Desa Bukit Raya, Kecamatan Menthobi Raya, Selasa 18 Agustus 2020.
Didampingi Kepala Dinas Dikbud Lamandau Abdul Kohar serta sejumlah perwakilan Forkopimda, Bupati Hendra yang datang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau Hj Rusdianti meninjau langsung dibukanya kembali aktivitas pembelajaran di sekolah dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.
Menyesuaikan kondisi, para siswa yang datang ke sekolah kini harus berbekal alat pelindung diri berupa masker, face sheild hingga handsanitizer. Sebelum masuk lingkungan sekolah, para siswa juga hanya boleh melewati satu akses keluar masuk dan wajib melalui proses pemeriksaan suhu tubuh dari petugas yang dilengkapi thermo gun.
Sebelum masuk kelas, semua siswa juga diwajibakan mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disiapkan. Di dalam kelas, para siswa juga harus duduk di kursi masing-masing dengan jarak yang telah diatur.
“Hari ini kita bisa lihat langsung simulasi pembelajaran dengan sistem tatap muka di masa pandemi Covid-19. Jika dilihat secara umum, alhamdulillah semuanya sudah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Namun tentu harus terus kita evaluasi secara berkala,” kata Bupati Hendra saat dibincangi di sela kegiatan.
Bupati menyebut, pilihan untuk kembali mengaktifkan pembelajaran secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 memang cukup beresiko, karenanya penerapan protokol pencegahan Covid-19 harus betul-betul disiapkan secara matang, salahsatunya dimulai dengan adanya simulasi yang harus terus dievaluasi. (BH/K2)










