
Bahanyi (memanen padi ladang) di Desa Lopus Kecamatan Delang. (Bayu Harisma)
Kotawaringin News, Lamandau – Siang itu, alunan musik dari bambu menyambut kedatangan Bupati Lamandau H Hendra Lesmana di lokasi ladang padi di wilayah Desa Lopus Kecamatan Delang, Kamis 28 Januari 2021. Tak sendiri, orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba tersebut didampingi Sekretaris Daerah Lamandau Muhamad Irwansyah, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Perkebunan Lamandau Tiryan Kuderon, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lamandau H Sunarto serta Kepala Dinas Pariwisata Lamandau Meigo.
Di lokasi tersebut, mereka tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengikuti ‘bahanyi’ di ladang milik tokoh masyarakat Delang Sata Umani. ‘Bahanyi’ merupakan bahasa daerah, khususnya daerah Kabupaten Lamandau yang berarti panen padi ladang.
Saat mengikuti banyanyi, Bupati tampak piawai menuai padi yang terhampar seluas 2 hektare di ladang yang berada di lereng bukit kering itu. Dengan alat potong padi yang dikaitkan di antara jari-jari tangan, Bupati pun terlihat cakap memetik tangkai-tangkai padi yang kemudian hasil tuaiannya dimasukkan ke lanjung yang digendong.
Baginya, aktivitas bahanyi bukan merupakan hal baru. Bahanyi bahkan diakui H Hendra Lesmana sudah menjadi kegiatan yang sudah dikenalnya sejak kecil.
“Saya senang karena dapat kesempatan dari ibu Sata untuk mengikuti bahanyi (panen padi) di lahan milik beliau meski tidak menugal (menanam padi),” kata H Hendra Lesmana, disambut gelak tawa setiap orang yang hadir mengikuti acara bahanyi itu.
Beberapa waktu lalu, kata dia, Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mendatangi Kabupaten Lamandau. Saat pertemuan itu, salah satu yang menjadi pokok pembahasan adalah ketahanan pangan. Karena itu, kegiatan ini diharapkan bisa memompa semangat masyarakat untuk bertani sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.
“Pertanian ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat yang lain. Apalagi saat ini pembukaan lahan dengan cara membakar sudah bisa karena ada pergub-nya. Ini untuk kearifan lokal, meski memang harus sesuai dengan ketentuan seperti melapor RT, RW, Kades dan pihak Kecamatan.”
Tak hanya bupati, sekda dan sejumlah kepala dinas yang turut serta dalam bahanyi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Lamandau Dapil 2 Heryanto, Camat Delang, para Kepala Desa se-Kecamatan Delang, BPD se-Kecamatan Delang dan masyarakat setempat pun ikut hadir. Mereka juga terlihat berlomba untuk menuai padi, sesekali sahut-menyahut candaan menghangatkan suasana kala itu. (Bayu Harisma/K2)










