
Foto : Ilustrasi (Istimewa)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Seorang oknum ustadz yang berkerja sebagai guru ngaji sekaligus marbot di sebuah musholla di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah tega mencabuli bocah perempuan yang masih di bawah umur.
Tindakan asusila itu terjadi sehari jelang lebaran Idul Fitri, Rabu (12/5/2021). Namun, baru terungkap Minggu pekan lalu (20/6/2021), setelah korban memberanikan diri bercerita kepada orang tua temannya.
Orang tua dari teman korban awalnya merasa curiga lantaran korban takut saat diajak masuk ke dalam musholla yang biasanya menjadi tempat korban menimba ilmu agama.
Korban kemudian bercerita kepada orang tua temanya tentang perbuatan keji yang dilakukan oleh oknum guru ngaji tersebut. Bahkan, bibi korban mendengar cerita itu langsung pingsan.
Nenek Korban, kepada awak media Kamis (24/6), malam menceritakan, pada saat kejadian, mulanya terduga pelaku meminta nenek korban membawakan makanan untuk berbuka puasa.
Setelah itu, korban ditemani kakak korban, dan satu orang teman sebayanya mengantar makanan itu ke rumah tersangka yang kebetulan jadi satu dengan mushola.
Usai mengantar makanan, korban selanjutnya disuruh oknum ustadz tersebut untuk mengambil dan mencuci tempat makanan di dapur, sementara dua anak tadi diminta untuk menunggu diluar.
“Korban masuk, pintu luar dikunci. Jadi setelah korban selesai mencuci piring dan ember, mau keluar tidak diperbolehkan, langsung ditarik ke dalam kamarnya,” kata nenek korban kepada awak media.
Selang setengah jam, kedua rekannya mencoba mengetok pintu dan memanggil-manggil nama korban untuk segera pulang tetapi tidak ada jawaban.
“Korbanpun mau menyahut tetapi tidak bisa karena mulutnya sudah dibekap, lalu direbahkan dan melakukan hal-hal yang tidak terpuji,” ucapnya dengan nada emosi.
Karena tidak mendapat respon, kedua rekan korban mencoba sekali lagi mengetuk pintu dengan harapan agar korban cepat keluar. Tetapi yang keluar bukan korban, melainkan tersangka.
Tersangka lalu menuju kamar mandi dan menghidupkan air kran, kemudian masuk lagi ke dalam kamar.
“Kamu jangan teriak, kalo teriak ku sembelih (bunuh). Langsung korban direbahkan lagi,” ujar nenek korban seraya menirukan ucapan tersangka.
Selesai melakukan perbuatan biadabnya, korban baru diperbolehkan pulang lewat pintu belakang, karena takut aksi bejatnya ketahuan istri si ustadz yang saat itu berada di salah seorang rumah warga, tak jauh dari TKP.
Mengetahui cucunya menjadi korban, nenek korban langsung menghubungi kedua orang tua korban.
Tak terima buah hatinya menjadi korban asusila, orang tuanya langsung melaporkan kasus ini kepada yang berwajib.
Dari sumber yang sama, tersangka saat ini sudah ditahan oleh pihak kepolisian, setelah sebelumnya dilakukan penangkapan oleh tim buser di kediamannya.
“Setelah selesai melapor diproses dengan penyidik, dibawa ke rumah sakit divisum ternyata hasilnya positif (kekerasan seksual),” tuturnya.
Sang Nenek berharap tersangka dapat dihukum seberat-beratnya karena perbuatan tersangka membuat cucu kesayangannya mengalami tekanan fisik dan mental.
Hal senada disampaikan kakek korban. Ia berharap keadilan dapat ditegakan agar tidak ada lagi jatuh korban yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, penulis masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. (Yusbob)









