
Banjir di Kobar. (Yusro)
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Banjir sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat. Dalam hal ini, para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Arut bisa terkena dampaknya.
Direktur Utama PDAM Tirta Arut Pangkalan Bun Sapriansyah menyebutkan diperkirakan beberapa pelanggan PDAM bisa terdampak banjir.
Meski demikian, menurutnya, banjir tak terlalu mengganggu pelayanan bagi para pelanggan.
“Kalau banjir itu tidak begitu signifikan untuk kaitannya dengan pelayanan PDAM, tapi ada kendala saat membaca meteran. Meterannya gak bisa dilihat karena di dalam air,” katanya, Kamis (2/5/2024).
Karena meteran tidak bisa dilihat, pihaknya pun nantinya menentukan besaran biaya yang ditanggung pelanggan dengan menggunakan sistem rata-rata.
“Ya, kita menggunakan sistem rata-rata pemakaian para pelanggan setiap bulannya untuk menentukan biaya yang ditanggungnya,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa banjir justru membuat kualitas air PDAM semakin bagus.
“Kita itukan juga mengolah air sungai yang bisa darimana saja, kalau air banjir itu malah lebih enak daripada air sungai. Bayangkan air sungai itu tercampur (sampah) tapi air banjir malah lebih bersih dari air sungai,” paparnya.
Jadi, menurutnya, hujan dan banjir justru malah menguntungkan PDAM, karena kualitas airnya lebih bagus. Berbeda dengan kemarau justru musibah bagi PDAM.
“Ketika banjir malah kualitas air bisa lebih bagus, karena kita kan menggunakan sistem pengolahan. Air banjir lebih mudah untuk mengolahnya,” jelasnya. (Yus)









