
Varietas Unggulan Alpukat Bukti Candi. Foto: Prokom/Istimewa
Kotawaringin News, Pangkalan Bun – Avokad atau Alpukat (Persea americana) ialah tumbuhan penghasil buah meja dengan nama sama. Tumbuhan ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah dan kini banyak dibudidayakan di Amerika Selatan dan Amerika Tengah sebagai tanaman perkebunan monokultur dan sebagai tanaman pekarangan di daerah-daerah tropika lainnya di dunia.
Pohon, dengan batang mencapai tinggi 20 m dengan daun sepanjang 12 hingga 25 cm. Bunganya tersembunyi dengan warna hijau kekuningan dan ukuran 5 hingga 10 milimeter. Ukurannya bervariasi dari 7 hingga 20 sentimeter, dengan massa 100 hingga 1000 gram; biji yang besar, 5 hingga 6,4 sentimeter. (Wiki)
Tak hanya di daerah asalnya yakni Meksiko dan Amerika Tengah, Kotawaringin Barat (Kobar) juga miliki tanaman varietas unggul bahkan sudah di patenkan. Buah Alpukat yang dinamai Alpukat Bukit Candi sudah terdaftar secara resmi sebagi varietas lokal di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian dan menjadi milik masyarakat di wilayah yang bersangkutan.
Sertifikat dengan nomor : 1391/PVL/2020 ini pada Jum’at (11/9/2020) diserahkan kepada Bupati Kobar oleh kepala UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalteng. Karakteristik alpukat bukit candi ini memiliki ukuran agak membulat dan jauh lebih besar daripada varietas lainnya. Untuk rasa, alpukat tersebut bertekstur gurih dengan daging buah yang tebal. Dengan besarnya ukuran buah, maka untuk mencapai bobot 1 kilogram hanya dibutuhkan 2 buah alpukat ukuran sedang bahkan ada beberapa buah yang beratnya lebih dari setengah kilogram per biji.
Bupati Kobar Hj. Nurhidayah, S.H.,M.H. mengatakan dengan sudah terdaftarnya Alpukat Bukit Candi ini, Kobar telah memiliki salah satu produk daerah yang bisa terus dikembangkan. “Namun yang terpenting, varietas ini mampu memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat,” kata Hj. Nurhidayah. Hj. Nurhidayah menambahkan sebenarnya Kobar kaya akan sumber daya alam termasuk varietas buah-buahan khas yang tidak ada di tempat lain. “Kita terus gali varietas unggul lainnya untuk bisa dilestarikan dan dikembangkan,” tambahnya. (Adi/Ir)







