
Ilustrasi terompet khas tahun baru
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Larangan pemerintah untuk merayakan malam pergantian Tahun 2021 akibat pandemi Covid-19 berdampak ke sejumlah sektor usaha. Salah satunya adalah penjualan terompet yang menjadi salah satu ciri khas di malam pergantian tahun di Kotawaringin Barat.
Salah satu pengrajin terompet tradisional di Kobar mengaku sepi orderan jelang malam pergantian Tahun Baru 2021. Dia mengaku pembelian terompet tradisionalnya turun hingga 90 persen dibandingkan periode tahun lalu, Kamis (31/12/2020).
“Dratis penurunan hingga lebih dari 90 persen dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu di periode ini kami mendapat pesanan hingga 5.000 terompet namun tahun ini hanya sekitar puluhan saja,” kata Rusli, pengrajin terompet di Jalan utama Pasir panjang.
Laki-laki yang mengaku sudah menjadi pengrajin terompet selama puluhan tahun ini hanya mengerjakan sesuai pesanan kepadanya. Dia mengaku tidak berani mengerjakan diluar pesanan orang karena khawatir akan dampak pandemi Covid-19.
“Tahun ini kita hanya mengerjakan yang mesan aja. Enggak berani buat kalo tidak ada yang mesan. Tahun ini yang mesan cuma pribadi saja”, ucapnya.
Sementara untuk proses pengerjaan terompet, dia mengaku tidak mempekerjakan orang lain. Dia dibantuk oleh istri, anak dan menantu untuk membuat terompet.
Sementara berdasarkan pantauan Kotawaringin News, hampir disepanjang jalan tidak ada yang berjualan terompet.
Salah satu warga Pangkalan Bun Eko, mengaku kesulitan mencari terompet untuk anaknya, saya muter-muter mencari penjual terompet kok ga ada yang jual, ucapnya kepada Kotawaringin News. (yusbob)







