
Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah usai Gelar Apel Pasukan Penanggulangan Bencana di Markas Kompi Senapan B Yonif Raider 631/Atg. Kamis, 31 Desember 2020
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng menyimpan potensi bencana, sehingga termasuk kawasan berisiko tinggi terhadap bencana. Pasalnya, secara geografis wilayah Kobar terdiri dari laut, aliran sungai serta merupakan jalur lintas transportasi udara, Kamis (31/12/2020).
“Menurut indeks risiko bencana yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kotawaringin Barat masuk kategori indeks berisiko tinggi bencana. Kobar menyimpan potensi bencana,” kata Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah usai Gelar Apel Pasukan Penanggulangan Bencana di Markas Kompi Senapan B Yonif Raider 631/Atg.
Ditetapkannya indeks risiko bencana di Kabupaten Kotawaringin Barat, kita antisipasi bencana alam dan hari ini langsung kita gelar apel siaga penanggulangan bencana alam, ucap Ahmadi Riansyah.
Pemerintah sendiri sudah bergerak secepat mungkin, tidak hanya dari sisi intervensi untuk penanganan bencana yang terjadi namun juga dalam usaha mitigasi. Dari segi peraturan dan kebijakan, terdapat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana.
Di samping itu, terdapat lembaga pemerintah seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bidang perencanaan dan pelaksanaan terkait penanganan bencana, terang Ahmadi Riansyah.
Pemerintah bersama TNI-POLRI juga melakukan beberapa upaya terkait prevensi bencana, salah satunya melalui simulasi menghadapi banjir dan kebakaran. Simulasi bencana yang dilakukan juga didukung dengan beberapa fasilitas yang mendukung. Meski demikian, hal yang perlu dipersiapkan tidak hanya bersifat fisik atau logistik saja, melainkan juga dari sisi psikologik, terang Ahmadi Riansyah. (yusbob)







