
Kotawaringin News, Kotawaringin Barat – Pada tanggal 7 – 17 Mei 2021 Dharma Lautan Utama (DLU) Off dulu, tidak ada pelayaran logistik maupun penumpang di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, sampai dikeluarkanya jadwal baru oleh manajemen, Jumat (23/4/2021).
Hal ini disampaikan oleh Manager Lapangan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai Firman Dandy, tepatnya pada tanggal 7-17 Mei nanti untuk jadwal DLU di stop sementara sambil menunggu jadwal baru dari manajemen.
Lanjut Firman, kebijakan ini diambil dengan diberlakukan nya pelarangan mudik dari tanggal 6-17 Mei. Saat ditanya untuk logistik, Firman menyebutkan hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari manajemen.
Firman mengungkapkan jika kondisi saat ini cukup berat bagi dunia transportasi. Sebab, untuk menutupi biaya operasional dan perawatan kapal itu tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan barang.
Menurut Firman, jika kebijakan wajib PCR orang masuk Kalteng melalui kapal akan diberlakukan pada 27 Mei mendatang. Untuk saat ini penumpang yang masuk ke Kalteng melalui kapal masih menggunakan rapid antigen.
“Namun, untuk supir dan kenek truk pengangkut logistik masih dikecualikan dan masih menggunakan rapid antigen,” tuturnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data penumpang kapal DLU, sejak 1 April 2021 hingga saat ini, jumlah pergerakan penumpang kapal dari Pelabuhan Kumai Utar Kumai mencapai 8.100.
“Sejak awal april penumpang kapal sudah mulai alami peningkatan dan kembali meningkat saat memasuki awal ramadan. Mereka mengambil langkah mudik lebih awal, guna menghindari larangan mudik” ucapnya.
Setelah diberlakukannya wajib tes RT-PCR hasil negatif untuk masuk ke wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), penumpang kapal yang masuk ke Kalteng melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) alami penurunan.
Meski pemerintah daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memberikan kelonggaran khusus penumpang kapal dengan masih diizinkannya menggunakan hasil test negatif Antigen atau G-Nose masuk ke Kobar, namun angka penurunan penumpang cukup signifikan, yaitu diangka 70 – 80 orang per kapal.
Disampaikan oleh Manager Lapangan PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Kumai Firman Dandy, bahwa penumpang yang datang dari Jawa bisa dibilang tidak ada, bila dibandingkan dengan sebelum diterbitkannya pembatasan kebijakan ketentuan orang masuk wilayah Kalimantan Tengah.
“Penumpang datang menurun drastis, sebelum ada kebijakan ini penumpang yang turun atau datang dari Jawa mencapai 200 orang, kemarin sempat penumpang turun itu 67 – 80 orang aja,” kata Firman saat dikonfirmasi awak media. (Yusbob)







