
Kotawaringin News, Lamandau – Sebagai pemegang saham PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Tengah (Kalteng), Pemkab Lamandau mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2021 secara daring (virtual).
Mewakili Pemkab Lamandau, Wakil Bupati Riko Porwanto usai mengikuti RUPS PT Jamkrida Kalteng mengungkapkan, hingga saat ini PT Jamkrida Kalteng telah memiliki sebanyak 25.607 nasabah.
“Volume kredit mencapai Rp3,5 Triliun lebih dan total aset sebesar Rp154 Milyar,” ungkap Wabub Riko di Nanga Bulik, Senin (13/6) .
Dijelaskan Riko, PT Jamkrida Kalteng merupakan salah satu perusahaan daerah yang dimiliki oleh Provinsi Kalteng dan seluruh Kabupaten/Kota, yang bergerak di bidang keuangan non bank, yaitu Lembaga Penjaminan Kredit.
Sejak awal didirikan pada tahun 2014 sampai dengan sekarang, PT Jamkrida telah memiliki sejumlah rekanan. Diantaranya PT Bank Kalteng, BPR Artha Sejahtera, BPR Marunting, BPR Syariah Mitra Amanah, Sarana Kalteng Ventura dan KPRI Betang.
“Serta dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah untuk produk Surety Bond,” jelas Wabub.
Terpisah, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Wakil Gubernur Edy Pratowo menjelaskan, berdasarkan nota kesepakatan bersama Bupati/Wali Kota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Kalteng, setiap Kabupaten/Kota akan menyertakan modal ke PT Jamkrida Kalteng sesuai besaran yang telah disepakati.
“Namun, sampai saat ini masih ada beberapa kabupaten yang setorannya belum memenuhi kesepakatan,” ungkapnya.
Semestinya, lanjut Wagub, modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp100,5 Miliar. Namun, hingga RUPS yang dipusatkan di Aula Jayang Tingang tersebut digelar, baru terkumpul dana Rp86,5 Miliar.
“Supaya PT Jamkrida bisa berskala nasional dan gearing ratio penjaminan semakin besar, diharapkan Pemkab/Pemko segera memenuhi komitmennya,” imbuh Edy.(BH)










