
Kotawaringin News, Lamandau – Bupati Hendra Lesmana mengingatkan sekaligus meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Lamandau, agar segera merumuskan dan mengoptimalkan langkah pengendalian inflasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Saya minta TPID Kabupaten Lamandau merumuskan upaya pengendalian inflasi, termasuk solusi tentang ketersediaan pasokan dan stabilitas bahan pokok kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Hendra di Nanga Bulik, Minggu 2 Oktober 2022.
Dikatakan Hendra, seiring kenaikan harga BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah pusat pada 3 September lalu, harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Lamandau mulai ikut disesuaikan oleh para pedagang.
Kondisi ini terjadi karena kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi berimbas pada naiknya biaya logistik, sehingga harga barang juga disesuaikan dengan biaya transportasi. Penyesuaian harga yang dilakukan pedagang ini berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000 untuk setiap kilogram bahan pangan.
“Beberapa waktu lalu Pemkab Lamandau bersama pihak terkait yang tergabung dalam TPID juga telah melaksanakan rapat koordinasi untuk mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Dia mengatakan, salah satu poin utama pembahasan yakni pemerintah harus memastikan kenaikan harga BBM bersubsidi tidak menyebabkan kelangkaan stok bahan pangan. Selain itu, agar penyesuaian harga kebutuhan pokok yang dilakukan pedagang masih dalam batas kewajaran.
“Saya juga meminta TPID harus bekerja maksimal untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap proses distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat,” kata Hendra.
Sementara itu, salah satu program pengendalian inflasi yang dilakukan Pemkab Lamandau melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) adalah dengan menggelar operasi pasar.
“Operasi pasar ini untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan bahan pokok serta sebagai upaya mencegah terjadinya inflasi akibat kenaikan harga bahan pangan,” ujar Plt Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Lamandau, Penyang.(*/BH)










